Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Perihal Kasus Ujaran Kebencian

Ahmad Dhani divonis 1 tahun


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Ahmad Dhani

Ngenetyuk.com, Hiburan – Musisi Ahmad Dhani resmi divonis 1 tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian, Selasa (11/6/2019). Hal tersebut dikarenakan ayah tiga anak itu terbukti melakukan ujaran kebencian.

Seperti dilansir dari beberapa laman online, vonis Ahmad Dhani itu dibacakan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Suami Mulan Jameela itu tampak menunduk selama majelis hakim membacakan pertimbangan putusan. Sesekali suami Mulan Jameela ini memandang ke majelis hakim.

Ahmad Dhani menjalani sidang putusan atas perkara ujaran kebencian atas kata idiot yang dia lontarkan pada demonstran yang menghalanginya saat hendak deklarasi #2109GantiPresiden.

Seperti pemberitaan sebelumnya, pria kelahiran Jakarta 26 Mei 1972 ini dituntut 1,5 tahun penjara di kasus ujaran idiot di Surabaya. Tuntutan itu diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Hari Basuki dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/4/2019).

Dalam pertimbangan tuntutan JPU disebutkan jika suami Mulan Jameela ini dinilai jaksa terbukti bersalah karena mendistribuskan dokumen yang bermuatan penghinaan. Sebagaimana tertuang dalam pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” ujar JPU Rahmat Hari Basuki dalam tuntutannya.

Sementara itu, JPU turut mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni terdakwa tidak menyesali perbuatannya dan yang meringankan adalah terdakwa sopan selama persidangan.

Ahmad Dhani dijadikan terdakwa atas ujaran idiot yang dia lontarkan pada sekelompok massa yang menghalanginya saat hendak deklrasasi #2019GantiPresiden.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *