Aktivitas Gunung Agung Membuat Warga Takut Kembali

Warga sekitar gunung agung Bali mulai merasa kuatir, cemas, resah dan takut karena gunung agung kembali beraktivitas serta mengeluarkan aroma tak sedap bagi warga sekitar.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Warga sekitar gunung agung Bali mulai merasa kuatir, cemas, resah dan takut karena gunung agung kembali beraktivitas serta mengeluarkan aroma tak sedap bagi warga sekitar.
Warga sekitar gunung agung Bali mulai merasa kuatir, cemas, resah dan takut karena gunung agung kembali beraktivitas serta mengeluarkan aroma tak sedap bagi warga sekitar.

Ngenetyuk.com, InfosianaGunung Agung di Bali kembali beraktivitas sejak beberapa waktu lalu. Hal itu membuat warga sekitarnya langsung antisipasi dengan turun menghindari demi keselamatannya.

Warga setempat turun berasal dari Banjar Temukus, Desa Besakih dan Sebudi serta kecamatan Selat. Warga mulai turun sejak pukul 19.00 WITA lantaran mendengar suara gemuruh serta melihat lava api disekitar kawah gunung.

Tak hanya itu, warga setempat juga mencium bau belerang hingga radius 6 kilometer. Hal tersebut diungkapkan warga sekitar Gunung Agung, I Komang.

Baca Juga
Viral Video Pernikahan Taaruf dan Kisah Cinta Hafiz Ahmad Zamzam
Warga Heboh Lihat Buaya di Kali Grogol
Ini Harapan Warga Bandung Dengan Pemimpin Baru

“Hampir sebagian warga turun ke bawah karena merasa takut mungkin di desa tetangga. Warga Sebudi turun sekitar 300-400 KK,” kata I Komang kepada media online, kemarin.

Warga sekitar gunung agung Bali mulai merasa kuatir, cemas, resah dan takut karena gunung agung kembali beraktivitas serta mengeluarkan aroma tak sedap bagi warga sekitar.
Warga sekitar gunung agung Bali mulai merasa kuatir, cemas, resah dan takut karena gunung agung kembali beraktivitas serta mengeluarkan aroma tak sedap bagi warga sekitar.

Komang menambahkan kalau warga Sebudi yang sudah turun berasal dari Banjar Sogra, Telung Buana, Sebudi dan sekitarnya. Mereka mencari tempat aman dan kondusif di kawasan Rendang Kecamatan Rendang, Sangkan Gunung Kecamatan Sideman serta Amerta Bhuana.

“Tadi saya tanya, hampir semua mengaku takut mendengar suara gemuruh yang keras. Suaranya terdengar sampai radius 7 kilometer. Warga yang turun hanya membawa bantal, kasur lipat, pakaian. Saya rencana turun ke Sangkan Gunung,” ujarnya.

 


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *