Berita Duka, Seniman John Tralala Meninggal Dunia

Berita Duka, Seniman John Tralala Meninggal Dunia


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Seniman John Tralala Meninggal Dunia
Seniman John Tralala Meninggal Dunia

Ngenetyuk.com, Infosiana – Setelah penyanyi rock Harry Moekti meninggal dunia, kini seniman asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, John Tralala tutup usia pada Selasa (26/6/2018).

Yusran Effendi atau dikenal John Tralala meninggal dunia di usia ke 59 tahun karena serangan jantung. Kabar kepergiannya untuk selama-lamanya itu datangnya dari putrinya, Yuwanda Yusnita Tralala lewat akun insta Storynya, @yuandatralala.

Baca Juga
Harry Moekti Tutup Usia

“Innalillahiwainnailaihirojiun semoga bapa di tempatkan Allah di surga paling indah (emoji menangis),” tulisnya.

Kabar itu juga beredar di grup Facebook News Habar Banua Kalimantan, diposting oleh pengguna Facebook bernama Fachry Stiven.

“Innalillahhiwainnailaihirojiun.. telah berpulang ke rahmatullah Bp. H. Yusran Effendi (Jhon Tralala). Mohon Doa Jenazah di Kompleks Banyu Anyar samping Istana Motor,” katanya.

Sosok mendiang John Tralala

Seniman John Tralala Meninggal Dunia
Seniman John Tralala Meninggal Dunia

Sebagai pemadihinan (bahasa Banjar: pemain Madihin), ia melakukan lawakan secara spontan dengan menyesuaikan syair-syair dalam Madihin ke dalam konteks keseharian. Isi lawakannya mengarah kepada nasihat-nasihat yang bersifat religius.

Mantan presiden Soeharto di era Orde Baru pernah menikmati sajian Madihin oleh John Tralala, hingga berujung pada pemberian ongkos naik haji (ONH) Plus oleh Soeharto kepadanya.

Awal Karir John Tralala

Seniman John Tralala Meninggal Dunia
Seniman John Tralala Meninggal Dunia

Karier di dunia lawak dimulai saat John Tralala membentuk grup lawak John Tralala Group pada tahun 1980 dan beranggotakan 3 personel pria (satu di antaranya adalah anaknya, Hendra Tralala). Sejak saat itu, grup lawak ini telah dua kali menjuarai lomba lawak tingkat nasional (terakhir tahun 2001).

Setelah menjadi ikon pelawak di Banjarmasin dan sekitarnya, ia mengubah konsep lawakannya sekaligus mengenalkan budaya daerah Banjarmasin, Madihin, menjadi konsep Madihin yang bernuansa humor.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *