Cara Membaca Ini Bisa Lebih Nyaman dan Menyenangkan

Cara Membaca Ini Bisa Lebih Nyaman dan Menyenangkan. Jangankan hanya 2 jam, 15 menit saja ada orang yang sudah merasa bosan dan lelah membacanya. Padahal, membaca hanya membutuhkan peran mata, sedangkan bicara perlu kontak mata dan menggerakkan mulut sekaligus.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Membaca
Membaca

Ngenetyuk.com, Infosiana – Sebagian orang bisa membaca suatu artikel, buku atau majalah hingga berjam-jam tapi sedikit yang bertahan lama membacanya.

Jangankan hanya 2 jam, 15 menit saja ada orang yang sudah merasa bosan dan lelah membacanya. Padahal, membaca hanya membutuhkan peran mata, sedangkan bicara perlu kontak mata dan menggerakkan mulut sekaligus.

Silakan amati di sekitar kita, orang-orang yang banyak bicara, berjam-jam seperti tidak ada habisnya. Entah sudah berapa kata yang terlontarkan dari mulutnya. Tapi ketika mereka diminta membaca, lima halaman saja sudah mengeluh tak kuasa.

Seperti dilansir dari laman Rafifamirdotnet, andai ingatan seluruh manusia sekuat memory card, mungkin tak perlu ada buku dan aktivitas membaca. Tapi kenyataannya, manusia sangat terbatas daya ingatnya. Manusia juga tak bisa dengan mudah mendapatkan informasi terlalu banyak, jika hanya mengandalkan aktvitas bicara.

Fenomena ini seharusnya membuat manusia lebih akrab dengan aktivitas membaca. Karena yang berbeda hanya alatnya, sarananya. Intinya sama: membaca.

Tetapi mengapa membaca buku terdengar kurang asyik dibandingkan membaca chat whatsapp? Barangkali jawabannya, seperti yang saya jelaskan di awal tulisan ini. Ada interaksi di dalamnya. Buku hanya berlaku satu arah. Buku tak bisa menangkap apa yang dipikirkan dan menjadi kegelisahan si pembaca. Buku pasif, sementara di whatsapp, penulis dan pembaca bisa saling berbalas pesan.

Jika membaca buku bisa dibuat interaktif seperti halnya ngobrol via lisan maupun via chat online, atau setidaknya, pembaca bisa mengekplorasikan opininya tentang buku yang ia baca dan ada audience yang menyimak, mungkin aktivitas membaca akan menjadi lebih mengasyikkan.

Dan saya memiliki beberapa gagasan mengenai itu. Pertama, dengan menggalakkan tradisi bedah buku atau diskusi buku. Gairah membaca akan lebih hidup, sebab buku yang telah dibaca nanti akan dikomentari bersama. Ada yang bicara, ada yang mendengarkan.

Kedua, dengan menulis review. Menulis review menjadi sarana untuk memuji maupun mencela kualitas sebuah buku. Penulis review bebas menumpahkan segala uneg-unegnya dari hasil pembacaan.

Ketiga, interaksi dengan penulis. Sapalah penulis meski sekadar mengucapkan terima kasih atas buku hebat yang telah ia tulis. Atau boleh juga melontarkan saran dan kritik secara langsung. Ini akan membuat kita lebih peduli terhadap apa yang telah kita baca.

Keempat, read aloud. Ternyata membaca buku dengan suara keras dan disimak oleh yang lain sangat bermanfaat. Tidak hanya oleh orang tua untuk anak-anaknya. Tetapi termasuk orang dewasa sekalipun. Selain memacu gairah bekerja, juga menigkatkan produktivitas dan tentu saja, menambah pengetahuan dan kekayaan bahasa.

Selain empat ini, saya yakin ada banyak cara lain menjadikan aktivitas membaca lebih asyik daripada bicara. Bukan karena introvert, tertutup, atau penyendiri. Lebih karena dengan membaca, segala pintu menuju cakrawala pengetahuan terbuka lebar


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *