Fesyen Muslim Lebih Nyaman dan Jiwa Damai

Itang Yunasz mengatakan fashion hijab biasanya terpaku pada gaya standar berupa tunik. Namun, ia memberikan sentuhan gaya berbeda dengan menampilkan berbagai gaya fashion yang sangat trendi namun tetap bersahabat dengan pakem hijab.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Itang Yunasz
Itang Yunasz

 

Ngenetyuk.com, FashionItang Yunasz selaku desainer ternama di Indonesia turut berpartisipasi dalam acara “Contemporary Muslim Fashions” di Museum De Young, Fine Arts Museum Of San Fransisco, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Itang Yunasz mengatakan fashion hijab biasanya terpaku pada gaya standar berupa tunik. Namun, ia memberikan sentuhan gaya berbeda dengan menampilkan berbagai gaya fashion yang sangat trendi namun tetap bersahabat dengan pakem hijab.

Baca Juga
Pulau Alabat di Filipina Mayoritas Saudara Kembar
Rekam Jejak Felix Brych, Wasit yang Memberi Kartu Merah ke Ronaldo
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa 5 SR

Itang Yunasz yang juga dikenal sebagai trend setter dalam modest wear dan menjadi panutan bagi para desainer muda. Seperti dilansir dari laman fashion Okezone, ia juga sangat bangga dapat menjadi salah satu dari enam desainer yang terpilih untuk mengikuti pameran muslim di museum besar pertama yang mengekplorasi sifat kompleks dan beragam kaidah busana muslim di seluruh dunia.

Di pameran Contemporary Muslim Fashions, Itang Yunasz menampilkan 3 koleksi yang mengusulkan koleksi pesona Tanah Sumba, Nusa Tenggara Barat, dengan tema Tribalux Sumba.

 

Itang Yunasz Fesyen Muslim Lebih Nyaman dan Jiwa Damai
Itang Yunasz Fesyen Muslim Lebih Nyaman dan Jiwa Damai

 

“Pada saat kurator datang, kebetulan saya lagi menyukai tema sumba untuk inspirasi saya. Jadi kain sumba ini saya olah. Tetapi masih bisa masuk kedalam busana muslim yang tidak menghilangkan tema sumba dengan hasil rekayasa corak binatang (geometrik)”, katanya saat ditemui di Harlequinn Bistro, Jakarta Selatan, Senin, 17 September 2018.

Tak hanya itu, ia juga memperkenalkan pesona tanah sumba, Itang juga mengungkapkan bahwa sekarang citra muslim di mata dunia telah berubah.

Diceritakannya, dahulu citra muslim selalu dipandang buruk oleh sebagian mata dunia. Sekarang sudah saatnya fesyen muslim menjadi daya tarik untuk lebih memperhatikan kehidupan muslim masa kini (kontempoter).

“Bagi saya, berbusana santun bukannya sekedar fesyen saja. Tetapi bisa diibaratkan sebagai “jiwa” sebagai umat Muslim. Pameran ini juga menjadi sangat penting dalam perkembangan busana muslim. Dianggap sebagai sebuah statement, dihormati, dan juga dihargai. Bisa dibilang Contemporary Muslim Fashions adalah bentuk nyata saling menghargai dan toleransi antar pemeluk agama, ini sungguh hal yang luar biasa”, ungkapnya

Sekedar informasi, pameran Contemporary Muslim Fashions akan berlangsung mulai dari 22 September hingga Januari 2019 mendatang.

Acara tersebut melibatkan lima desainer tanah air lain selain Itang Yunasz, yakni Dian pelangi, Rani Hatta, NurZahra, Khanaan, dan IKYK. Selanjutnya, pameran ini akan dilaksanakan di De Young Museum, Fine Arts Museum of San Fransisco, Amerika Serikat.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *