Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Sosial media
Sosial media

 

Ngenetyuk.com, Infosiana – Sosial media memang melekat pada generasi milenial yang hidup di era digitalisasi. Semua informasi hingga saran dan kritik bisa langsung anda salurkan kepada akun yang bersangkutan.

Sisi positif sosial media memang sangat banyak, namun anda harus juga berhati hati saat berselancar di jejaring media sosial. Jika anda ikut memberikan komentar miring atau pedas, anda bisa saja berurusan dengan polisi, hukum dan masuk penjara.

Banyak contoh kasus yang gara gara memberikan komentar atau cuitan di sosial media, netizen langsung berurusan dengan polisi, hukum dan masuk penjara.

Pasalnya, di sosial media, anda juga harus beretika baik dan sopan lantaran ada beberapa undang undang yang mengatur tentang kode etik dunia maya.

Baca Juga
Intip Mobil Mendiang Nike Ardilla, Nomor 3 Bikin Cowo Jadi Iri
Ovi Sovianti Ajarkan Suami Shalat dan Baca Al Quran
Curhat Roger Danuarta Tentang Ibunda Bikin Haru

Contoh baru baru ini, foto Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto yang kebanjiran komentar yang baik dan pedas saat kasus anggota keluarga mereka, Ratna Sarumpaet dibahas media.

Nah, sahabat Ngenetyuk lebih baik berhenti dari sekarang lantaran ada klinik Hukum Online yang akan mengungkapkan bahwa ternyata ada beberapa jenis komentar yang bisa saja membuat pelakunya terjerat hukum pidana, berikut 4 diantaranya!

1. Komentar Berisi Ancaman
Komentar yang bersifat mengancam dan meresahkan netizen bisa dilaporkan ke polisi. Komentar seperti itu disebut melanggar Pasal 29 UU ITE (Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik). Pengguna media sosial yang memberikan komentar bersifat mengancam dapat dikenai hukuman maksimal 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta sesuai Pasal 45B.

2. Menyebar Hoaks
Selain komentar berisi ancaman, komentar yang bertujuan untuk menyebar hoaks atau berita palsu juga dapat dikenai hukuman pidana. Hal itu telah tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 1945 Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan Pasal 15.

3. Komentar Suku Agama Ras dan Antar Golongan alias SARA
Komentar yang mengandung SARA dan ujaran kebencian terhadap suatu kelompok bisa dilaporkan ke polisi serta mendapatkan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Hal itu dikarenakan mereka yang meninggalkan komentar menyangkut SARA disebut melanggar UU ITE Pasal 28 ayat (2).

4. Komentar Body Shaming
Menghina fisik seseorang di media sosial ternyata juga bisa berujung di pidana lho. Mereka yang merasa dihinda secara fisik dapat melaporkannya ke polisi karena melanggar UU ITE serta perubahannya Pasal 45 ayat (3) dan pasal 27 ayat (3). Hukumannya pun tidak sembarangan yaitu penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp 750 juta.

Nah, anda harus berhati-hatinya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.


Like it? Share with your friends!

Adriana

One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *