Indro Warkop Disomasi, Keponakan Minta Jatah Warisan ?

Wanita bernama Adila Desti Yulinor secara tiba-tiba melayangkan somasi kepada Indrodojo Kusumanegoro alias Indro Warkop. Adila mengaku sebagai keponakan sekaligus ahli waris ketika membacakan surat somasi terbuka perihal menuntut hak yaitu rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
indro warkop
indro warkop

Ngenetyuk.com, Hiburan – Adila dengan tegas dan lantang membacakan surat somasi dihadapan para awak media. Ada lima poin utama yang diucapkan saat membacakan surat somasi untuk Indro Warkop.

“Saya meminta kepada Om Indro agar membagi harta peninggalan nenek yaitu Ny Raden Adjeng Soeselia kepada ahli warisnya, termaksud saya,” ucap Adila saat menggelar jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).

 

Indro Warkop Disomasi, Keponakan Minta Jatah Warisan ?
Indro Warkop Disomasi, Keponakan Minta Jatah Warisan ?

Saat membacakan somasi terbuka ini, Adila yang ditemani kuasa hukumnya, Acong Latief mengatakan bahwa kliennya masih berstatus keponakan Indro Warkop. Sebab, ayah kandung Adila bernama Bambang Setioyudo itu merupukan kakak dari Indro Warkop.

Dalam pengakuannya, Indro dan Bambang diangkat sebagai anak oleh seorang perempuan bernama Raden Adjeng Soeselia binti R. Townuee Kartanegara. Ketika meninggal pada 1977, Soesielia meninggalkan warisan untuk Indro dan Bambang

Sementara itu, berdasarkan fatwa waris tertanggal 15 September 1988 yang ditetapkan oleh kantor pengadilan agama. Adila pernah menanyakan kepada Indro Warkop perihal ahli waris. Namun, aset milik neneknya belum dibagi kepada ayahnya, termasuk bagi ahli waris Bambang.

 

Indro Warkop Disomasi, Keponakan Minta Jatah Warisan ?
Indro Warkop Disomasi, Keponakan Minta Jatah Warisan ?

Padahal, berdasarkan salinan surat ketetapan Fatwa Waris harta peninggalan Soesilia harus dibagi dua. “Ini sesuai perintah ketetapan fatwa waris,” pungkasnya Adila.

Oleh karena itu, perempuan 29 tahun itu berencana melakukan langkah hukum apabila somasi terbuka ini tidak respon atau ditanggapi oleh Indro Warkop.

“Apabila Om Indro mengabaikan somasi terbuka ini, maka dari itu saya meminta kepada pengacara saya yang tergabung di kantor Acong Latif untuk memproses secara hukum,” ungkap Adila.

 

 


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *