Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata
Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata

 

Ngenetyuk.com, TravelIndonesia memiliki kekayaan alam yang sangat indah dan alami, mulai dari laut, gunung, darat serta kebudayaannya.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun berupaya mengembangkan wisata alam yang ada.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembangaan Kemenpar Rizki Handayani Mustafa, pengembangan objek wisata alam harus dilakukan di Indonesia.

“Apalagi pengembangan pariwisata alam di kawasan konservasi. Di tempat ini, Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) harus dikembangkan serius. Tentunya, dengan mengacu kepada kaidah-kaidah keberlanjutan. Atau Sustainable Tourism Development,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Rabu (24/10/2018).

Selanjutnya, saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan dalam Pengembangan Pariwisata Alam, yang digelar di Hotel Akmani, Jl. Wahid Hasyim No. 91, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/10/2018).

Baca Juga
Tiket Ubud Writers Festival 2018
Liliyana Natsir Umumkan Pensiun dari Bulutangkis
Motor Listrik Bertenaga 200 CC

Menurutnya, dalam konsep Sustainable Tourism Development, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian utama.

“Salah satu yang terpenting adalah aspek perlindungan. Berikut juga pemanfaatan secara lestari. Namun, dengan memperhatikan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rizki mennyebut pengembangan pariwisata alam di kawasan konservasi mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sebagai pemangku kawasan, KLHK telah menyusun dokumen Master Plan Pengembangan Pariwisata Alam Nasional di Kawasan Konservasi Periode 2018-2078.

“Ada tujuan khusus dalam dokumen Master Plan Pengembangan Pariwisata Alam Nasional di Kawasan Konservasi. Tujuannya agar dapat dijadikan acuan dalam pengembangan konsep pariwisata alam. Selain itu, mewujudkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan pengembangan pariwisata alam, khususnya di kawasan konservasi. Baik kawasan Taman Wisata Alam (TWA) ataupun Taman Nasional (TN),” paparnya.

Rizki menjelaskan bahwa FGD akan memberikan penjelasan dan menyosialisasikannya kepada stakeholder.

“Tetapi, kita juga berharap mendapatkan masukan untuk menyempurnakan Dokumen Master Plan Pengembangan Pariwisata Alam Nasional di Kawasan Konservasi. Agar bersinergi dengan kebijakan antar pemerintah, maupun dengan stakeholder pengembangan pariwisata alam di kawasan konservasi,” katanya.

Kendati begitu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga berharap FGD bisa menghasilkan suatu rumusan yang berharga untuk pengembangan pariwisata alam.

“Oleh karena itu, sejumlah stakeholder dilibatkan. Karenanya, kita berharap agar pemerintah dan seluruh stakeholder dapat bersinergi untuk pariwisata yang lebih baik. Khususnya pariwisata alam,” ujar Arief


Like it? Share with your friends!

Adriana