Kepulauan Krakatau Tutup Sementara Waktu

Status waspada mengharuskan kawasan dalam radius 2 kilometer di sekitar kawah gunung harus steril atau bersih dari aktivitas manusia.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Anak Gunung Krakatau
Anak Gunung Krakatau

 

Ngenetyuk.com, Infosiana – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bakal menutup sementara akses masyarakat umum ke cagar alam dan cagar alam laut Kepulauan Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Hal tersebut dikarenakan ada aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Terhitung 7 Agustus cagar alam dan cagar alam laut Kepulauan Krakatau kami tutup untuk umum,” kata Jaja Mulyana selaku Pelaksana Tugas Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung kepada awak media di Bengkulu, Jumat (10/8/2018).

Baca Juga
Kominfo Bakal Tutup Seluruh Akses dan Konten Pornografi
Penuturan Widy Vierratale Soal Permak Wajah
David Beckham Liburan di Bali Bersama Keluarga

Seperti dikutip dari laman Antara, Jaja Mulyana mengatakan penutupan kawasan tersebut ditegaskan dalam surat pengumuman nomor 1296 yang sudah dipublikasi atau disebarluaskan kepada khalayak umum.

 

Anak Gunung Krakatau Erupsi

 

Penutupan tersebut, kata Jaja, menindaklanjuti penetapan status level II atau waspada pada Gunung Anak Krakatau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Status waspada mengharuskan kawasan dalam radius 2 kilometer di sekitar kawah gunung harus steril atau bersih dari aktivitas manusia.

Selain itu, para petugas patroli BKSDA juga menyaksikan letusan dan lontaran material pijar serta hembusan abu vulkanik hingga setinggi 500 meter di atas kawah. “Bahkan lontaran material telah menyebabkan kebakaran hutan di bagian utara Pulau Anak Krakatau,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Jaja, membuat BKSDA Bengkulu-Lampung selaku pengelola kawasan menutup dan melarang segala bentuk kegiatan dan aktivitas hingga batas waktu yang belum ditentukan.

 

Anak Gunung Krakatau
Anak Gunung Krakatau

Berdasarkan laporan kebencanaan geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di situs resmi PVMBG, Kamis, 9 Agustus 2018, dari data seismograf pada 8 Agustus 2018, telah terjadi 248 kali gempa letusan, 43 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam.

Dalam keterangan lainya bahwa ada aktivitas yang terekam terjadi 65 kali gempa embusan, 11 gempa tremor non harminik, 4 kali gempa tremor harmonik serta tremor menerus dengan amplitudo maksimum 1 sampai 15 mili meter.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *