Menilik Pulau Siput di NTT yang Bakal Mendunia

Pulau Siput daya tarik wisatawan dunia


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

Ngenetyuk.com, Travel – Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa disebut sebagai surga dunia yang suka dengan keindahaan alam khususnya pulau, pantai dan pasir lautnya yang bersih dan alami.

Untuk diketahui, pulau Siput – Awu Lolong di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dikenal dengan keindahan hamparan pasir putihnya yang dihuni jutaan siput. Kawasan itu disebut-sebut sebagai daya tarik wisata dunia.

Pemerintah Kabupaten Lembata yang dinakhodai Bupati Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Thomas Ola kini menempatkan sektor pariwisata sebagai “Leading Sectors” pembangunan di sana. Bahkan, pemerintah kabupaten akan menjadikan Pulau Awulolong yang lazim disebut Pulau Siput, sebagai objek Wisata Konservasi yang akan dikelola secara baik. Dikutip dari laman Okezone Travel, mereka akan mengelola kawasan itu sebagai destinasi wisata dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal yang tidak merusak lingkungan, termasuk nantinya akan mencegah pencurian pasir yang marak dilakukan oknum.

Baca Juga
Masakan Buatan Ibu Bikin Rindu Pulang ke Rumah
Tren Hijab Tahun 2019 Bisa Lebih Natural dan Sederhana
Liburan Tahun Baru Bersama Sahabat, Ini Cara Anti Bete

Namun demikian, tak berarti gagasan cemerlang dan brilian Pemkab Lembata membangun “Kolam Apung” di Pulau Awulolong dengan ber – ba gai sarana dan prasarana tak ada rintangan.

Gagasan itu ternyata harus berhadapan dengan pro dan kontra segelintir kelompok masyarakat setempat. Persoalannya tak lepas dari masih kurangnya sosialisasi ke publik. Meski begitu, sejumlah suku memberikan dukungan ter ha – dap langkah-langkah pemerintah membangun Kolam Apung di Pulau Siput.

Selanjutnya, mereka juga meyakini itu dilakukan demi kemajuan pembangunan pariwisata di Kabupaten Lembata tanpa menghilangkan budaya masyarakat mencari siput. “Membangun daerah, khusus nya Kabupaten Lembata, tidak bisa lepas dari rencana pembangunan nasional.

Menurutnya, pariwisata adalah sektor yang ditargetkan secara nasional untuk peningkatan devisa negara. Ibarat gayung bersambut, membangun pariwisata di Lembata harus bersinergi dengan pemerintah pusat,” tutur Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata Karolus Kia Burin.

Karena itu, sebagai bagian integral dalam pembangunan nasional yang memiliki potensi alam, budaya yang beragam, unik, dan menarik di sektor pari wisata, Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Ke budayaan dan Pari wi sata memang harus kreatif dan inovatif dalam pengembangan dan penataan Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang visitable dan marketable.

Mereka harus mampu mengeksplor potensipotensi tersebut untuk ditam – pilkan sebagai Image Branding yang lain selain Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, un tuk kepariwisataan NTT, nasio nal, dan dunia. Itu semua agar Kabupaten Lembata mampu menjadi The New Destination Tourism .

Dalam rangka menciptakan Lembata sebagai The New Destination Tourism itulah diperlukan penataan dan pengembangan sektor pariwisata yang tepat dalam desain arah kebijakan, arah pembangunan, serta strategi dan penguatan perencanaan pembangunan pariwisata Kabupaten Lembata yang sinergi dengan kebijakan kepariwisataan nasional.

Sejauh ini produk wisata yang dikembangkan di Kabupaten Lembata di antaranya alam, wisata bahari, adventure, extreme, budaya, warisan buda ya dan sejarah, kuliner tra vel village, acara budaya, serta wisata sport integrated tou rism. Pulau Siput yang terkenal dengan nama Awulolong juga merupakan sebuah pulau alami yang mesti dikelola, ditata sebagai “Wisata Kon servasi” yang unggul dan menarik lewat pembangunan “Kolam Apung” dengan berbagai fasi litas dan sarana pendukung.

Kolam Apung yang bakal rampung dibangun itu punya daya tarik sendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Mereka dapat menikmati indahnya Pulau Siput berpasir putih dan masyarakat setempat dapat mencari siput atau kerang sebagaimana biasa, sesuai budaya yang turun temurun. Karena itu, budaya ma – sya ra kat mencari siput pun dipas tikan tidak akan hilang dengan kehadiran Kolam Apung. Dinamika dan proses pembangunan destinasi wisata konservasi di Pulau Siput Awulolong, diakui be la – ka ngan ramai diperbin cangkan oleh berbagai pihak. Diskusi ini amat penting ka – rena berbagai pikiran ce mer – lang dari berbagai pihak men – jadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Lembata untuk menyukseskan pembangunan Kolam Apung.

Bahkan Justin Wejak, putra Lembata yang kini dosen di Australia, memberikan pendapat menarik melalui surat kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Prinsipnya, pembangunan Kolam Apung dapat dilakukan jika diawali dengan survei historis tentang Pulau Awulolong.

Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L) dengan Koordinator Ali Kedang, dan Aliansi Rakyat Lembata Menggugat (ASTAGA) serta Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Lembata (APPERAL), dipimpin Abdul Ga fur R Sarabiti bersama puluhan masyarakat nelayan Pantai Lewoleba, melakukan aksi demonstrasi damai memin ta penjelasan Pemkab dan DPRD Lembata terkait rencana pembangunan Kolam Renang Apung.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *