Perhatikan Hal Ini, Efek Buruk Jika Berteriak Kepada Anak

Perhatikan Hal Ini, Efek Buruk Jika Berteriak Kepada Anak. ada dampak Berteriak Terhadap Kesehatan Anak Cara orang tua berkomunikasi dengan anak memegang peran penting dalam mendidik Si Kecil.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
teriak kepada anak
teriak kepada anak

 

Ngenetyuk.com, Sehat – Setiap orangtua harus memperhatikan beberapa hal berikut ini jika tengah mengasuh atau merawat buah hatinya yang masih berusia dibawah lima tahun.

Berteriak pada anak sebenarnya hanya membuat orang tua lelah dan tidak efektif membantu perubahan perilaku anak menjadi lebih baik.

Pada saat Bunda atau Ayah berteriak, anak menurut hanya karena takut, sehingga ada kemungkinan anak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Seperti dilansir dari laman Alo Dokter, ada dampak Berteriak Terhadap Kesehatan Anak Cara orang tua berkomunikasi dengan anak memegang peran penting dalam mendidik Si Kecil.

Memang tidak mudah membesarkan anak, tak jarang orang tua yang merasa frustrasi sehingga mudah berteriak atau berkata kasar pada Si Kecil.
Namun, ada beberapa dampak negatif dari berkomunikasi dengan cara berteriak pada anak, di antaranya adalah:

Membuat perilaku anak semakin buruk
Jika Bunda dan Ayah berpikir bahwa berteriak kepada anak akan membuat perilakunya berubah menjadi baik, ini merupakan hal yang salah. Sikapnya justru bisa jadi semakin buruk dan kemungkinan membentuk sifat yang lebih agresif. Berteriak pada anak juga bisa menyebabkan anak merasa tertekan, sehingga meningkatkan risiko anak berperilaku menyimpang, seperti menggunakan obat-obatan terlarang dan melakukan kejahatan seksual.

Perkembangan otak anak menjadi terganggu
Otak manusia lebih mudah memproses informasi yang negatif dibandingkan dengan informasi yang baik. Hal ini dapat mengganggu perkembangan otak anak ketika orang tua sering berteriak dalam masa pertumbuhannya.

Membuat anak tidak percaya diri
Rasa tidak percaya diri anak tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan orang tua menyalahkan anak, tapi juga karena kebisaan orang tua berteriak. Hal ini disebabkan penyampaian pesan yang kurang tepat, atau pemilihan kata-kata yang kurang baik. Kebiasaan orang tua dalam berteriak, juga akan membuat anak merasa tidak berharga.

Meningkatkan risiko depresi
Sering berteriak pada anak dapat membuat anak hidup dalam ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran. Lambat laun, hal ini bisa meningkatkan risiko anak menjadi depresi. Bahkan pada beberapa kasus, depresi yang dialami oleh anak kemungkinan berlanjut sampai ia beranjak dewasa.

Meningkatkan risiko anak menderita masalah kesehatan
Berteriak pada anak, tergolong kekerasan verbal yang dapat membuatnya stres. Kondisi ini dapat memberi dampak jangka panjang bagi kesehatannya, termasuk memengaruhi daya tahan tubuhnya. Ada pula penelitian yang mengaitkan kekerasan verbal pada masa kecil dengan kondisi nyeri kronis yang nantinya dialami, seperti sakit kepala, leher atau punggung.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *