Rekam Jejak Joko in Berlin

Band indie pop rasa Eropa


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

Ngenetyuk.com, Hiburan Joko in Berlin merupakan band yang terbentuk pada tahun 2016 silam, grup band asal Jakarta itu terdiri dari Mellita Sie (vokalis), Kelana Halim (gitar), Fran Rabit (bas), Popo Fauza (Keyboard) dan Aditya Subakti (drum).


Selama berkarir di belantika musik Indonesia, Joko in Berlin telah meluncurkan lagu seperti Ballad of Colors, 3AM dan Beauteous. Mereka pun tergabung dibawah naungan perusahan rekaman 7 Octave Music Production.

Baca Juga
Pevita Pearce Berbagi Pengalaman Saat Bermain Film Horor
Intip Kecantikan Pevita Pearce dengan Makeup Natural
Pevita Pearce Beberkan Soal Kedekatan dengan Ariel Noah


Joko in Berlin pun berbagi kisah ketika mulai membentuk band yang bergenre Indie Pop. Menariknya, kelima personel yang idealis itu punya satu tujuan dan visi misi yang sama dalam mengemas lagu secara kreatif dan inovatif sehingga arensement musiknya terdengar unik namun tetap easy listening.


“Joko in Berlin terbentuk dari hasrat para personel untuk berkarya dalam memberikan sebuah sentuhan yang unik dan fresh bagi scene musik di indonesia dan di dunia. Menghasilkan sebuah karya yang original dan relevan dengan hal-hal keseharian yang biasa dialami dalam aktivitas kehidupan,” kata Mellita Sie kepada awak media saat berbincang via pesan elektronik, beberapa waktu lalu.


“Personil menjalin kerjasama dalam membentuk band yang pada awalnya berdasarkan persahabatan dan keinginan untuk berkarya. Karena banyaknya hambatan2 dalam berkarya dengan bentuk band; Diciptakanlah peraturan-peraturan dan kode etika “Band Rules” guna memperlancar produktifitas band dalam berkarya sehingga menuntut para personil untuk berkomitmen dan disiplin menjalankan “Band Rules”,” sambungnya.


Selanjutnya, Popo Fauza pun menjelaskan pemilihan nama band Joko in Berlin. Menurutnya, nama band tersebut memiliki arti dan makna khusus bagi kelima personel.


“Karena Joko merepresentasikan domisili dan background kita sebagai musisi asia yang berbasis di pulau Jawa. Berlin melambangkan influence scene musik eropa yang sangat kental didalam karya2 kita,” kata Popo Fauza.


Joko In Berlin yang masih berusia 2 tahun ini sudah bermain di panggung-panggung besar seperti Amazing 16 GTV, Sweet 17 Trans Media, Earhouse, dan masih banyak lagi.


“Kalau dari segi music Joko in Berlin sendiri ada 4 song composer. Dari lagu dasar akan di lempar ke saya, untuk di arransemen. Setelah kelar di arransemen next prosesnya di lempar balik utk di isi vocal Mellita + guitar liveĀ  Kelana + bass Frans + drum Adit,” sambung Popo Fauza


Joko in Belin pun memilih aransemen dengan cara menggabungkan sound era 80an dan 90an. Hal itu mereka lakukan karena mereka ingin menciptakan musik yang kekinian dengan memadukan unsur cinematic dan perpaduan yang unik untuk generasi milenial.


Untuk tema lirik lagunya, Joko in Berlin lebih menuju ke hal sehari-sehari yang dilihat dari perspective Psikologis, juga berterimakasih atas anugerah indahnya alam, menghadapi delusi dan mimpi, melewati stress dan anxiety. Sementara itu, mereka pun terinspirasi grup band atau musisi luar dan dalam negeri.


“Efek Rumah Kaca, Youth Daughter (dalam negeri). Bjork, Imogenhead, Temper Trap,” kata Fran Rabit yang mengaku selalu latihan, latihan dan latihan setiap seminggu sekali untuk mengaransemen serta menciptakan karya lagu.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *