Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Gempa Bumi
Gempa Bumi

 

Ngenetyuk.com, InfosianaGempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan kekuatan 7.0 SR menyebabkan rumah dan bangunan rusak serta memakan korban jiwa.

Sekitar 82 orang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut. Tak sedikit mereka yang masih berusia anak-anak, harus merasakan langsung guncangan gempa tersebut.

Baca Juga
PrayForNTB Jadi Trending Topik, Ini Doa dan Ucapkan Belasungkawa dari Presiden Hingga Publik Figur
Gempa Lombok 7 SR, 82 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Warga Mengungsi
Sejumlah Tempat Rusak di Bali Akibat Gempa Lombok

Gempa bumi tersebut bisa menimbulkan efek samping bagi anak-anak yang merasakan secara langsung. Sisi emosional anak-anak yang masih rapuh, membuat pihak keluarga harus mampu memulihkan rasa trauma pada anak sesegera mungkin.

Seperti dikutip dari laman NYU Child Study Center Caring For Kids After Trauma, Disaster and Death. Berikut tips agar anak-anak tidak trauma terhadap gempa bumi.

1. Kembalikan rutinitas anak

Lingkungan yang memadai dapat membantu anak-anak mampu menghadapi situasi pasca gempa. Mengatur kembali rutinitasnya seperti memberi aktivitas ekstrakulikuler atau belajar mata pelajaran di sekolah, bisa membuat fokusnya berangsur kembali.

2. Informasi yang pasti

Berikan informasi yang detail kepada anak-anak terkait gempa yang terjadi. Jujur dan gunakan kata yang mudah dipahami anak, agar ia memahami kejadian yang sebenarnya.

3. Tetap tenang dan sabar

Di masa traumatik ini, ajak anak untuk bersabar menghadapi kejadian gempa ini. Anak-anak yang trauma harus diajarkan untuk tetap tenang dalam mengontrol diri saat situasi gempa.

4. Batasi paparan media

Paparan media biasanya sangat mendetail terkait gempa. Gambar dan pesan mengerikan tak sedikit yang membuat anak-anak makin ketakutan. Pastikan anak untuk tidak mendapatkan paparan berita yang terlalu berlebihan terkait gempa.

5. Buat hobi baru

Bentuk hobi baru untuk mengalihkan rasa traumanya. Selain itu, bisa ajak anak agar menuliskan perasaan dan pemikirannya terkait gempa untuk menumpahkan semua yang ada dipikirannya.


Like it? Share with your friends!

Adriana

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *