Ary Suta Bantah Hibahkan Senpi dan Amunisi ke Gatot Brajamusti

Seseorang bisa saja berkelit tapi polisi tidak berhenti dari keterangan tersebut saja.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Ary Suta usai diperiksa poisi (tempo)

NgenetYuk! Infosiana –

Kasus kepemilikan senjata illegal Gatot Brajamusti pada akhirnya membawa nama mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional, I Putu Gede Ary Suta, ke dalam pusaran kasus. Berdasar nyanyian dari sosok yang akrab disapa AA Gatot, Ary Suta dituding sebagai tokoh di balik beberapa senjata api dan ribuan peluru siap pakai hasil penggerebekan yang membuat kharisma Gatot luluh lantak tak tersisa.

Akibat pengakuan itu, Ary Suta pun akhirnya berurusan dengan kepolisian. Mantan pejabat berdarah Bali itu dipanggil sejak hari Senin lalu, oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Namun karena alasan sakit, Ary Suta baru dapat memenuhi panggilan Rabu ini. Usai pemeriksaan, Ary Suta menyangkal memberikan senjata api dan ribuan peluru kepada Gatot .

“Seseorang bisa saja berkelit tapi polisi tidak berhenti dari keterangan tersebut saja,” kata Kepala Subdit Reserse Mobil Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto.

Senjata yang disita di kediaman Gatot Brajamusti, diduga diberikan Ary Suta. (istimewa)

Budi mengatakan, dalam keterangannya, Ary Suta mengaku memang pernah memiliki senjata api. Namun, sudah ditarik dan tidak lagi dimilikinya. “Jadi yang bersangkutan pernah memiliki senpi memang, saat menjabat sebagai Kepala BPPN dan terdaftar,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, Ary mengaku mengenal Gatot. Ary juga mengaku pernah melihat Gatot membawa senjata api. Namun dia tetap menampik senjata api itu dari dirinya.

“AS mengaku sudah kenal Gatot sejak tahun 2004 lalu, saat itu dia diajak Gatot ke padepokannya. Dia juga pernah melihat Gatot membawa senjata api,” kata Budi.

Gatot Brajamusti diduga menerima hibah dua buah senjata api dari Ary Suta (viva)

Gatot mengaku memiliki senjata api dan amunisi tak berizin sejak 2006, senjata itu diberikan secara cuma-cuma oleh pengusaha berinisial AS. Gatot Brajamusti ditangkap di sebuah hotel di Kota Mataram, NTB, tidak lama setelah ia terpilih kembali untuk memimpin Parfi, Minggu (28/8/2016) lalu.

Ary Suta diperiksa penyidik Resmob Polda Metro Jaya mulai pukul 08.30 WIB. Ary diperiksa selama sekitar tiga jam, dengan 32 pertanyaan. Ia kemudian keluar dari gedung Resmob sekitar pukul 12.40 WIB dengan dikawal ketat polisi.


Like it? Share with your friends!

Gadi 212

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *