Menyiksa Baby Whale Shark, Cara Nelayan Memeras Simpati Turis

Seeta tak terima salah satu kekayaaan hasil laut di Ambon, seperti Baby Whale Shark dijadikan modus untuk mencari uang para nelayan


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Baby Whale Shark yang menjadi perbincangan. (istimewa)

NgenetYuk!

Infosiana – Buntut pemuatan video di jaringan YouTube berjudul Fisherman Catch Baby Whale Shark pada 8 Mei 2016 lalu, rupanya punya imbas cukup serius. Seseorang bernama Seeta – K, dari Kabanjahe, Medan langsung terpanggil untuk membuat petisi online berjudul Baby Whale

Shark Bukan Mainan! Mohon diberi sanksi sesuai UU dan edukasi penduduk di Ambon. Petisi online ini ditujukan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup, Menko Bidang Kemaritiman, serta Menteri kelautan dan perikanan. Seeta tak terima salah satu kekayaaan hasil laut di Ambon, seperti

Baby Whale Shark dijadikan modus untuk mencari uang para nelayan dengan memeras rasa simpati pada ikan yang dilindungi itu.

Ya, di dalam video tersebut, sekelompok nelayan menangkap baby whale shark, yang termasuk ke dalam daftar red oleh organisasi ICUN yang terancam punah karena tingginya eksploitasi manusia. Tanpa rasa berdosa juga bersalah, sejumlah anak anak nelayan dengan santainya menaiki dan menginjak tubuh hewan tak berdaya itu.

Baby Whale Shark menjadi hewan yang dilindungi. (istimewa)

Adegan yang bagi mereka biasa, namun bagi penyanyang binatang miris ini, jelas saja mencoreng dunia pariwasata dan maritime tanah air. Kejadian ini juga mencoret muka Indonesia yang selalu menawarkan pariwisata kelas dunianya. Bagaimana tidak, whale shark adalah hewan yang pemalu, tidak mengganggu dan menjadi daya tarik yang luar biasa.

Terlebih lagi, tindakan menginjak dan menaiki ikan besar ini tak jarang dimaksudkan untuk menguras rasa simpati para turis yang peduli. Dengan gaya yang tamak mereka memanfaatkan situasi agar turis mau membli sekaligus melepasnya kembali ke laut lepas. Tak jarang untuk momen ini para nelayan memetik keuntungan hingga jutaan rupiah. Sepert dalam video seorang Turs asal Rusia, Alex, terpaksa merogoh kocek karena tak tega melihat penderitaan Baby Whale Shark yang dipermainkan bak boneka ikan hidup.

“Sifat tamak ini sangat berbahaya dan tidak mencerminkan mental bangsa Indonesia sama sekali, bila ini tidak ditindak tegas besar kemungkinan nelayan akan mengulang kembali karena gampang nya menghasilkan duit dari memeras simpati dari turis yang benar benar peduli dengan kesejahteraan hewan, Pasal UU mengenai hewan yang dilindungi sudah ada, pemerintah dan pejabat yang terkait harus tegas mengingatkan sikap tamak dan tidak berperikemanusiaan ini tidak bisa dianggap sebelah mata.” tulis Seeta dalam petisinya itu.

Tak sampai di situ, netizen asal Kabanjahe, Medan, ini juga meminta bantuan untuk mencari sekelompok nelayan yang ada di video tersbut. “Beri mereka hukuman yang setimpal/sanksi sesuai undang undang yang berlaku dan pemerintah setempat wajib mengedukasi dan mengingatkan penduduk sekitar mengenai etiket dan perilaku terhadap lingkungan dan makhluk hidup terutama yang dilindungi.” teriaknya dalam petisi.

Seeta juga mengingatkan bahwa pariwisata adalah tulang punggung negara, sehingga dan jangan membiarkan citra buruk seperti menjadi gambaran bila Indonesia adalah Negara barbar oleh orang luar negeri pada umumnya. Jadi, masih tega untuk mempermainkan Baby Whale Shark?

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More From: Infosiana

DON'T MISS