Pejabat Korut Dihukum Mati Gunakan Senjata Anti Pesawat

Dua pejabat senior yang dieksekusi itu bernama Ri Yong Jin yang bekerja di departemen pendidikan dan Hwang Min sebagai mantan menteri pertanian.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Kim Jong-un (google)

NgenetYuk! Dunia – Lagi lagi pejab

at Korea Utara dihabisi pemimpinnya sendiri. Ya, lantaran dianggap mengancam kekuasaannya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali memerintahkan eksekusi dua pejabat senior yang dianggap ancaman bagi kepemimpinannya. Dua pejabat senior yang dieksekusi itu bernama Ri Yong Jin

yang bekerja di departemen pendidikan dan Hwang Min sebagai mantan menteri pertanian.

Tak tanggung tanggung pula kedua pejabat senior itu dieksekusi dengan cara yang cukup kejam yaitu menggunakan senjata anti-pesawat (AA Gun) di sebuah akademi militer di Pyongyang awal bulan ini.

Seperti yang dilansir Guardian pada 30 Agustus 2016, Hwang dihukum mati karena mengusulkan kebijakan yang dipandang sebagai ancaman langsung terhadap kepemimpinan Kim Jong-un.

Sedangkan Ri dieksekusi karena tertidur saat mengikuti rapat yang dipimpin oleh Kim Jong-un Setelah itu dia langsung ditahan dan diinterogasi, kemudian ditemukan bukti dia telah melakukan korupsi.

“Dia ditangkap dan diinterogasi oleh kementerian keamanan negara. Dia dieksekusi setelah diselidiki ditemukan ia bersalah terkait korupsi,” kata sumber tersebut yang belum diverivikasi secara independen.

Dalam catatan mefda, paska Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan di negara paling terisolasi di dunia tersebut setelah kematian ayahnya Kim Jong II pada 2011. Sejak itu dia kerap melakukan pembersihan dan eksekusi pejabat top untuk memperkuat kekuasaannya. Pada April tahun lalu, Hyon Yong Chol, mantan menteri pertahanan dieksekusi setelah tertidur selama parade militer yang dihadiri oleh Kim Jong-un sendiri.

Senjata jenis AA Gun ini yang dipakai untuk mengeksekusi mati pejabat Korut. (Miror)

Like it? Share with your friends!

Gadi 212

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *