Penghina Jokowi dan Adat Batak Diburu Polisi

Serangan komentar dua pemilik akun Facebook Nuni Wualndari II dan Andi Redani yang sarat penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan adat Batak, akhirnya berbuah kasus hukum.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Momen Presiden Joko Widodo kenakan baju Adat batak. (merdeka)

Hinaan Badut dan Lady Gagal

NgenetYuk! Infosiana – Serangan komentar dua pemilik akun Facebook Nuni Wulandari II dan Andi Redani yang sarat penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Adat Batak, akhirnya berbuah kasus hukum. Kepolisian Daera

h Sumatera Utara kini sedang mengurus berkas pengaduan dari Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP) terhadap pemilik akun tersebut karena dianggap melecehkan dan menghina kepala Negara juga kebudayaan suatu daerah.

Seperti ramai menjadi viral di media sosial, busana adat Batak yang dikenakan Presiden Joko Widodo dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba menuai berbagai komentar. Namun, di antara banyak komentar tersebut, ada yang menghina Presiden dan juga menyinggung masyarakat Sumatera Utara. Tak terima, Ketua Aliansi Masyarakat Luat Pahae, Lamsiang Sitompul melaporkan akun bernama Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara. Pelaporan ini dilakukan pada Selasa (23/8).

Inilah status yang sarat hinaan kepada Presiden Jokowi dan Adat Batak (google)

Nunik menulis kata-kata tak pantas. Jokowi seperti badut di Pulau Nias. Sementara Andi Redani menyamakan Jokowi dengan Lady Gaga.

“Kita terhina, saya sebagai orang Batak terhina. Saat Jokowi dikasih pakaian adat Batak dan dipakai, itu yang dihinanya, saya sebagai orang batak terhina. Ini menyangkut ITE,” kata Lamsiang seperti dilansir merdeka..

Atas alasan tersebut, kedua akun Facebook tersebut dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 157 KUHP. Dia mengaku kecewa dengan tulisan kedua akun tersebut yang sudah menghina pakaian kehormatan yang dikenakan Jokowi.

Polda Sumatera Utara menerima laporan aduan itu pada Selasa lalu. Laporan tersebut awalnya diterima oleh bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Selanjutnya, laporan diteruskan ke bagian direktorat terkait dan akhirnya sampai ke Ditreskrimsus.

“Laporannya sekarang sedang berada di Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara,” ujar Humas Polda Sumatera Utara Rina Ginting.

Hinaan Jokowi Lady Gagal (google)

Like it? Share with your friends!

Gadi 212

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *