Astaga, Ribuan Aparat Keamanan Dikerahkan Tangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Siapakah Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan apa pula kesalahannya, sehingga 2.000 personel gabungan polisi dan TNI dikerahkan untuk menangkap Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi tersebut?


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Setelah melakukan pencarian, Kanjeng yang mengenakan kaos ungu ditemukan di sekitar

masjid padepokan. Kemudian Kanjeng digelandang ke mobil barakuda dan dibawa ke Markas Polda Jatim di Surabaya. (sumber : capture)

NgenetYuk! Infosiana – Berbeda dengan penangkapan pengasuh padepokan Brajamusti, Gatot Brajamusti yang dilakukan oleh beberapa polisi berseragam pre

man, penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (22/9), dilakukan justru oleh 2.000 personel gabungan polisi dan TNI. Bahkan untuk memasuki area padepokan seluas 30 hektar, para petugas menaiki puluhan kendaraan mengenakan rompi anti peluru dan bersenjata lengkap. Kendaraan barakuda, mobil taktis, water canon dan juga truk polisi.

Dalam aksi penggerebekan, para santri sempat berupaya mencegah penangkapan oleh polisi. Namun polisi bersikap tegas. Polisi lalu mendobrak pintu rumah Kanjeng, namun polisi tak menemukan Kanjeng. Setelah melakukan pencarian, Kanjeng yang mengenakan kaos ungu ditemukan di sekitar masjid padepokan. Kemudian Kanjeng digelandang ke mobil barakuda dan dibawa ke Markas Polda Jatim di Surabaya.

Untuk memasuki area padepokan seluas 30 hektar, para petugas menaiki puluhan kendaraan mengenakan rompi anti peluru dan bersenjata lengkap. Kendaraan barakuda, mobil taktis, water canon dan juga truk polisi.(sumber : capture)

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Argo Yuwono mengatakan, Dimas Kanjeng dijemput paksa lantaran dipanggil tiga kali selalu mangkir. Dimas resmi menjadi tersangka kasus pembunuhan dan diduga menjadi otak pelaku. Yang bersangkutan juga jadi DPO Polda Jatim.

“Ya terpaksa kami jemput paksa. Dia diduga menjadi otak pembunuhan Abdul Gani, warga Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dan Ismail, warga Kabupaten Situbondo. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan bisa juga hukuman mati. Abdul Gani dan Ismail pernah jadi santri padepokan,” kata Argo seperti dikutip kompas.

Sejauh ini, lanjut Argo, polisi fokus pada kasus pembunuhan. Terkait laporan penipuan dan laporan lainnya, polisi melakukan pengembangan.

Siapakah sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi?

Dimas Kanjeng terkenal bisa mendatangkan uang secara gaib. Tidak tanggung-tanggung, uang yang didatangan secara tiba-tiba terdiri pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dengan jumlah yang banyak.(sumber : poskota)

Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi begitu terkenal di Probolinggo. Dari informasi yang dihimpun, Dimas Kanjeng mengelola padepokan di atas lahan seluas 30 hektar sejak tahun 2002. Di atas lahan itu berdiri rumah mewah yang dihuni Dimas Kanjeng, pendopo dua lantai, masjid, rumah yang ditempati santri, sekretariat padepokan dan lapangan volly.

Diperkirakan, jumlah santri Padepokan Dimas Kanjeng berjumlah 10 ribu lebih. Satri-santri itu berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan dan Bali.

Sayangnya, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi padepokan tidak mendapatkan aktivitas santri seperti halnya di pondok pesantrean. “Kita tidak pernah tahu aktivitas mereka. Hanya kadang ada acara pengajian,” jelas Agus Zaidi, seperti dikutip detik.

Yang menjadikan nama Dimas Kanjeng terkenal, dia bisa mendatangkan uang secara gaib. Tidak tanggung-tanggung, uang yang didatangan secara tiba-tiba terdiri pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dengan jumlah yang banyak.

“Iya benar, katanya dia bisa mendatangkan uang dari alam gaib,” ujar salah satu warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Adanya Padepokan Dimas Kanjeng di daerah tersebut juga terjadi pro kotra. Ada sebagian warga yang berpihak, dan ada pula yang menentang. Dimas Kanjeng juga terkenal membagi-bagikan santunan terhadap warga sekitar.

Hampir setiap hari kebesaran agama Islam, seperti 1 Muharam, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, Dimas Kanjeng Taat Pribadi selalu memberikan santunan ke ribuan warga sekitar dan fakir miskin sebesar Rp 100 ribu rupiah per orang. Pembagian santunan pun selalu dijubeli warga.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: Infosiana

DON'T MISS