Demi Indonesia, 3 Wanita Asing Ini Rela Tinggalkan Negaranya

Sri Mulyani rela melepas gaji besar dari Bank Dunia untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia. Selain Sri Mulyani, ada pula 3 wanita asing yang meninggalkan negaranya hanya untuk mengabdikan dirinya kepada Indonesia.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

Sri Mulyani

Sri Mulyani
sumber : redaksiindonesia.com[/capti

on]

NgenetYuk! Infosiana – Sebentar lagi bangsa Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Dan di setiap hari kemerdekaan, kita tentu sering ditanya, seberapa cinta kamu pada Indonesia? Bagi mereka yang memahami pertanyaan itu, jawabannya adalah

memberikan pengabdian yang sebesar besarnya kepada bangsa dan tanah air. Nah, Ibu Sri Mulyani yang kini duduk di jajaran Kabinet Kerja Jokowi sebagai Menteri Keuangan, menjadi salah satu contoh, bagaimana seorang Warga Negara Indonesia memberikan pengabdiannya kepada tana

h air. Bagaimana tidak, Sri Mulyani yang sebelumnya bekerja di Bank Dunia dan mendapatkan gaji yang sangat fantastis besarnya, begitu mengetahui kondisi perekonomian Indonesia yang kurang stabil, langsung melepas jabatannya di Bank Dunia. Ia kemudian kembali ke Indones

ia dan bergabung bersama Pemerintahan Jokowi-JK.

Bila Sri Mulyani adalah WNI yang bekerja di luar negeri dan mendapatkan penghasilan luar biasa besarnya, 3 wanita asing ini sebaliknya. Mereka rela melepas kewarganegaraannya masing masing dan memilih untuk mengabd

ikan dirinya kepada negara Indonesia. Siapa sajakah mereka? Berikut profil mereka yang berhasil NgenetYuk! kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Elizabeth Karen

1. Elizabeth Karen sumber : nasionalis.id

Elizabeth Karen adalah wanita asal Chicago, Amerika Serikat yang lahir pada tanggal 19 Desember 1964. Dia adalah salah satu warga negara asing yang jatuh cinta dengan kebudayaan Indonesia, khususnya budaya Jawa. Sempat tinggal di Jogjakarta semasa balita lalu kembali ke Amerika, namun kecintaannya terhadap budaya Indonesia tidak bisa dihindarinya. Hal itulah yang mendorongnya untuk menjadi peneliti kebudayaan, dan puncaknya pada tahun 1990 dia kembali ke Indonesia untuk melakukan penelitian intensif tentang budaya Jawa. Tak disangka rasa cintanya pada kebudayaan Indonesia semakin kuat, dia pun bertekad untuk mempelajari lebih dalam kebudayaan Jawa dan mengabdikan hidupnya untuk mempromosikan kebudayaan Jawa di negara asalnya. Elizabeth Karen tidak hanya menguasai bahasa Jawa seperti Bahasa ngoko, kromo madya, kromo inggil, dia bahkan sangat fasih dalam menari dan menyanyi dalam bahasa Jawa. Dia juga aktif menjadi sinden di beberapa pagelaran seni budaya Indonesia, atas kecintaanya akan budaya Jawa itulah yang akhirnya membuat dirinya mendapat sebuah kehormatan, yaitu sebuah nama berunsur Jawa yang disematkan di ujung namanya yaitu Sekar Arum atau yang bisa dipanggil Elizabeth Karen Sekar Arum.

2. Zorica Dubovska

2. Zorica Dubovska
sumber : indonesia.cz

Usianya tak lagi muda, tubuhnya-pun sudah dimakan usia, namun kecintaan wanita berumur 84 tahun ini kepada Indonesia tidak akan pernah luntur. Zorica Dubovska adalah seorang ilmuwan Ceko yang telah jatuh hati dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Sansekerta negeri ini, wanita yang pertama kali mengenal bahasa Indonesia 64 tahun lalu di Institut Oriental di Praha ini mengatakan bahwa bahasa dan budaya Indonesia adalah sesuatu yang sangat indah. Bahkan beliau juga turut andil dalam penciptaan kata “Swa” di Indonesia dan telah masuk dalam KBBI, seperti swadaya, swasembada dan lain sebagainya. Rasa cintanya yang teramat dalam pada Indonesia itulah yang membuat dirinya mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengembangkan dan mempromosikan bahasa dan kebudayaan Indonesia di kancah Internasional, tindakan luar biasa dari Zorica Dubovska tersebut disambut baik oleh pemerintah Indonesia dengan memberinya suatu penghargaan berupa Bintang Jasa Pratama. Tapi sayang keinginannya untuk menjadi seorang warga negara Indonesia harus terhalang karena suatu hal.

3. Robin Lim

3. Robin Lim
sumber : indonesia.cz

Robin Lim merupakan wanita asal Arizona, Amerika Serikat yang menetap di Bali dan mengabdikan seluruh kemampuan serta hidupnya kepada Indonesia terutama dibidang kesehatan. Sebuah fenomena yang menggerakan hatinya, ketika masih banyak ibu yang meninggal saat melahirkan karena kurangnya asupan gizi dan penanganan medis. Berpondasikan kepeduliannya terhadap kesehatan ibu dan anak khususnya pada keluarga kurang mampu serta bermodalkan kemampuannya di bidang kebidanan akhirnya pada tahun 1994, Robin Lim membangun sebuah klinik sederhana dengan peralatan terbatas untuk membantu persalinan ibu-ibu hamil dan memberikan pelayanan kesehatan pada balita di sekitar desa dimana ia tinggal. Tidak hanya itu, bahkan wanita yang biasa dipanggil Ibu Robin ini tidak malu untuk berkeliling dari satu rumah ke rumah lain, dari satu desa ke desa lain, mendatangi para wanita hamil, menyapa mereka dan membagi pengetahuannya tentang proses kehamilan. Dan hebatnya lagi, hampir semu hal yang ia kerjakan di bidang kesehatan tidak pernah dipungut biaya sepeserpun. Dia beranggapan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesehatan terutama mereka yang berada dibawah garis kemiskinan, keteguhan hati dan kepeduliannya inilah yang membuat televisi internasional CNN menganugerahkan “2011 CNN Hero of the Year” pada Robin Lim.

Nah setelah sobat NgenetYuk! membaca artikel ini semoga semakin besarnya rasa cintanya terhadap Indonesia. Merdeka!


Like it? Share with your friends!

alamsyah

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *