Irman Gusman dan Kasus – Kasus Korupsi Sembako di Tanah Air

Ketua DPD RI Irman Gusman ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Rp 100 juta terkait pengurusan kuota gula impor. Selain Irman Gusman, beberapa pejabat juga pernah tersandung kasus korupsi sembako. Siapa saja mereka?


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Berdasarkan hasil sadapan KPK, Irman Gusman diketahui mengontak petinggi Bulog, memi
nta kuota impor gula 3 ribu ton milik Jakarta dialihkan ke Sumatera Barat. (sumber : twitter)

NgenetYuk! Infosiana – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan, Sabtu 17 September 2016 dini hari. Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita barang bukti Rp 100 juta. Diduga uang tersebut merupakan suap rekomendasi kuota impor gula oleh Badan Urusan Logistik.

Modus tindak pidana yang diduga dilakukan Irman Gusman mulai terbuka. Berdasarkan hasil sadapan KPK, Irman Gusman diketahui mengontak petinggi Bulog, meminta kuota impor gula 3 ribu ton milik Jakarta dialihkan ke Sumatera Barat. Pihak KPK pun masih mendalami soal apakah uang Rp 100 juta yang ditemukan saat menangkap Irman adalah pemberian pertama atau ada pemberian sebelumnya. Yang pasti, KPK akan membongkar tuntas kasus ini.

Selain Irman Gusman yang tersandung kasus korupsi pengurusan kuota gula impor, terdapat beberapa pejabat lain yang juga terbelit kasus korupsi sembako. Sembako atau Sembilan Bahan Pokok adalah sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat yang terdiri dari, beras, gula, sayuran-buah buahan, minyak goreng, susu, telur, minyak tanah-gas elpiji serta garam. Nah siapa saja pejabat yang pernah terbelit kasus korupsi sembako itu? NgenetYuk! mengumpulkan datanya berikut ini.

1. Luthfi Hasan Ishaaq Korupsi Daging Sapi Impor

1. Luthfi Hasan Ishaaq Korupsi Daging Sapi Impor
Luthfi Hasan Ishaaq mantan Presiden PKS bersama rekannya Ahmad Fathanah terbukti menerima suap Rp 1,3 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman (sumber : istimewa)

Terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian era SBY, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq akhirnya diganjar hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin 9 Desember 2013 yang lalu. Luthfi bersama rekannya Ahmad Fathanah terbukti menerima suap Rp 1,3 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terkait kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Maria Elizabeth menjanjikan total Rp 40 miliar apabila penambahan 8 ribu ton daging sapi disetujui Kementerian Pertanian. Uang itu diterima Luthfi ketika masih menjabat anggota Komisi I DPR RI dan Presiden PKS. Hakim menilai jumlah harta kekayaan Luthfi tak sesuai dengan penghasilannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

2. Widjanarko Puspoyo Korupsi Beras Impor

2. Widjanarko Puspoyo Korupsi Beras Impor
Widjanarko Puspoyo bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam ekspor beras Bulog ke Afrika Selatan dan penerimaan hadiah dari rekanan Bulog. (sumber : istimewa)

Mantan Kepala Badan Usaha Logistik (Bulog), Widjanarko Puspoyo, divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Majelis Hakim menyatakan Widjanarko bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam ekspor beras Bulog ke Afrika Selatan dan penerimaan hadiah dari rekanan Bulog. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu 14 tahun penjara. Majelis juga menghukum Widjanarko untuk membayar denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Kemudian, Majelis mengharuskan Widjanarko membayar ganti rugi kepada negara sebesar Rp78,388 miliar.

3. Nurdin Halid Dugaan Korupsi Minyak Goreng

3. Nurdin Halid Dugaan Korupsi Minyak Goreng
Nurdin Halid pernah ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Hampir setahun kemudian pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. (sumber : istimewa)

Nurdin Halid pernah ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Hampir setahun kemudian pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Putusan ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007 yang memvonis Nurdin dua tahun penjara. Ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum. Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

4. Rudi Rubiandini Korupsi Minyak Mentah

4. Rudi Rubiandini Korupsi Minyak Mentah
Rudi Rubiandini, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan pemberian suap. Pemberi suap disebut-sebut sebagai Kernel Oil Pte Ltd, perusahaan perdagangan minyak mentah dan produk minyak bumi yang bermarkas besar di Singapura (sumber : istimewa)

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan pemberian suap. Pemberi suap disebut-sebut sebagai Kernel Oil Pte Ltd, perusahaan perdagangan minyak mentah dan produk minyak bumi yang bermarkas besar di Singapura. Akibat perbuatannya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Mantan Kepala SKK Migas tersebut, tujuh tahun penjara. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut sebelumnya yaitu 10 tahun.


Like it? Share with your friends!

alamsyah

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *