KPAI : Gatot Brajamusti Bisa Dikenai Perppu Kebiri

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) usai menyambangi Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur untuk menggali informasi seputar Aaliyah Massaid yang terpapar narkotika dan terkena pelecehan seksual


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am membeberkan hasil pert

emuannya dengan terpidana korupsi Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (15/9/2016). Kedatangan KPAI itu berkait anak penyanyi Reza Artamevia, A (14), yang juga anak tiri Angelina yang dikabarkan mendapat terapi menyimpang dari Gatot Brajamusti. Informasi yang beredar, Angel

ina yang mengungkapkan itu kepada mantan Kepala Rutan Pondok Bambu (sumber : capture)

NgenetYuk! HiburanKetua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh menemui Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (15/9). Pertemuan tertutup dari media itu untuk menindaklanjuti adanya aduan yang masuk ke KPAI tentang anak anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika oleh Gatot Brajamusti di padepokannya di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Selain narkotika, sejumlah anak juga diduga kuat telah diperlakukan tidak senonoh oleh sang guru spritual tersebut, yaitu dengan tindakan pelecehan seksual.

Angelina Sondakh pernah bercerita anak tirinya yaitu Aaliyah sempat bertemu dengan Aa Gatot Brajamusti. Kejadian tersebut terjadi sebelum Aa Gatot ramai dibicarakan atas kasus kepemilikan narkoba dan senjata api ilegal (sumber : liputan6)

KPAI sengaja menemui enji di rutan karena salah satu anak yang menjadi korban perbuatan Gatot Brajamusti adalah Aaliyah Massaid, putri dari pasangan Reza Artamevia dan almarhum Adjie Massaid. KPAI merasa tepat membicarakan kelangsungan hidup Aaliyah ke depan kepada Enji lantaran saat ini posisi Reza selaku ibu kandungnya sedang menjalani rehabilitasi di BNN.

“kita menemui Angelina Sondakh untuk proses klarifikasi atas anak anak yang tumbuh di lingkungan GB yang diduga terpapar narkotika dan zat aditif. Tadi kita diskusi tentang pengembangan pendidikan, pengasuhan dan kesehatan anak anak karena itu menjadi hak dasar mereka.” ujar Asrorun Ni’am ketua KPAI di hadapan media usai bertemu Angelina Sondakh (15/9).

Dalam laporan yang diterima KPAI, bahwa anak anak yang terpapar narkotika serta terkena perlakuan pelecehan seksual oleh GB di padepokannya jumlahnya mencapai puluhan orang. Hal tersebut tentu saja mematahkan informasi sebelumnya yang hanya menyebut terdapat 8 anak saja.

“bukan hanya 8 anak saja yang laporannya masuk ke kita, yang masuk ke KPAI itu jumlahnya puluhan. Namun ada di antara mereka, pihak keluarganya tidak ada yang berani melapor,” jelas Asrorun Ni’am

Dalam pertemuannya dengan Enji, KPAI juga menyatakan sikap ingin menyediakan ruang kepada Aaliyah untuk diasuh oleh pihak keluarga yang memiliki waktu banyak, karena ibu kandungnya, Reza Artamevia tidak mungkin bisa sebab sedang menjalani masa rehabilitasi di BNN. Untuk keperluan itu, KPAI pun akan menggali informasi kepada Reza dalam waktu dekat ini.

“Dalam waktu dekat ini kita akan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menemui Reza Artamevia menggali informasi tambahan tentang peran GB kepada Aaliyah Massaid.” tambahnya

Unsur-unsur kejahatan seksual yang dapat dihukum kebiri di antaranya, jumlah korban, perbuatan yang menimbulkan kematian dan kejahatan seksual yang dilakukan secara bersama-sama. (sumber : istimewa)

Jika pada akhirnya nanti GB dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pelecehan terhadap anak anak, maka KPAI dengan tegas menyatakan bahwa GB bisa dikenai dengan Perppu Kebiri.

“Perppu 1/2016 tentang Perlindungan Anak begitu ditandatangani oleh presiden, maka serta merta berlaku. Itu berlaku bagi setiap pelaku kejahatan seksual yang memenuhi unsur-unsur kejahatan yang dimaksud dalam Perppu itu. Ini jadi faktor pemberat hukuman terhadap tindak kekerasan seksual kepada anak. Soal besaran hukumannya diberikan ruang hukuman ini mulai dari hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, hukuman penjara minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun, hukuman tambahan kebiri kimia serta publikasi identitas. Muaranya, itu ada di hakim nanti,” demikian ujar Asrorun Ni’am Sholeh.


Like it? Share with your friends!

alamsyah

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *