Lawan Pelecehan Seorang Perempuan di Inggris Pelihara Jenggot

Banyak cara dilakukan wanita untuk melawan pelecehan. Salah satunya dengan memelihara jenggot seperti seorang wanita cantik ini di London, Inggris.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Dalam tujuh tahun terakhir, Harnaam Kaur memutuskan membiarkan jenggot terus tumbuh.

Hal itu ia lakukan salah satunya untuk melawan pelecehan kaum laki laki (sumber : instagram)

NgenetYuk! Astaga – Seorang model dengan jenggot sepanjang sekitar 15 sentimeter menjadi perempuan dengan jenggot lengkap terpanjang di dunia, berdasarkan catatan buku reko

r Guinness World Records.

Sang model pemilik jenggot itu adalah Harnaam Kaur, wanita berusia 24 tahun, berasal dari Slough, sekitar 33 kilometer dari London, Inggris.

Kaur mengaku merasa ‘sangat terhormat’ bisa masuk ke dalam catatan rekor dunia tersebut.

Selama ini, Kau

r juga giat berkampanye agar setiap orang bersikap positif terhadap keadaan tubuh mereka.

Hal itu sebagai  upaya melawan pelecehan atau olokan yang bertubi-tubi, terhadap penampilan dia.

Jenggot didapat Kaur karena ia mengalami sindrom polystatic pada indung telurnya. Yakni, sebuah

kondisi hormonal yang membuat jenggotnya tumbuh memanjang.

Ia pertama kali menemukan jenggotnya terus tumbuh sejak berumur 11 tahun, yang juga menyebar di lengan dan dadanya.

Dalam tujuh tahun terakhir, Harnaam Kaur memutuskan untuk membiarkan jenggot terus tumbuh dan mengubah sik

apnya menjadi positif terhadap keadaannya.

Kaur juga menjadi perempuan berjenggot pertama yang tampil menjadi model pada London Fashion Week bulan Maret tahun ini.

Cara Harnaam Kaur melawan pelecehan dengan memelihara jenggot, tentu sangat unik. Tetapi dalam beberapa kasus yang ada, kebanyakan perempuan melawan pelecehan dengan cara melakukan aksi aksi heroik. Seperti dalam 3 kasus ini yang berhasil dihimpun oleh tim NgenetYuk!. 

1. Mau diperkosa di angkot, wanita ini berhasil melawan dua pria

1. Mau diperkosa di angkot, wanita ini berhasil melawan dua pria
Pelecehan seksual paling banyak dialami perempuan namun paling banyak pula dipendam, didiamkan, dan dibiarkan oleh perempuan itu sendiri maupun orang-orang yang mengetahuinya. Dalam banyak kasus, selain serangan-serangan secara seksual yang sangat gamblang, seperti pemerkosaan, tidak banyak yang mengetahui apa-apa saja yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual (sumber : khusus)

Aksi heroik mahasiswi di Tasikmalaya, Jawa Barat ini patut diacungi jempol. Ia selamat dari perkosaan dua orang pria di angkot karena berhasil melawan dengan cara berteriak. Peristiwa yang sudah terjadi tahun 2011 silam ini berawal ketika korban menumpangi angkot 010 jurusan Cilembeng-Geger Noong.

Di dalam angkot pada saat itu hanya ada tiga orang pria. Satu sopir dan dua lainnya duduk di kursi belakang.

Mahasiswi itu mulai curiga ketika sang sopir mulai membawanya berputar-putar pada rute yang tak seharusnya dilewati pada hari-hari biasanya. Ditambah lagi gelagat dua orang laki-laki lainnya mulai semakin mencurigakan.

Tiba-tiba dua penumpang lelaki itu langsung menyergap korban. Mulut korban dibekap salah seorang pelaku dan sempat diberi bogem mentah, agar mahasiswi itu lemas.

Namun usaha dua lelaki itu rupanya sia-sia. Korban bisa melawan sekuat tenaga dan berteriak kencang sehingga membuat konsentrasi sang sopir buyar.

Akibatnya angkot hilang kendali dan menabrak salah satu rumah warga di pinggir jalan. Warga setempat yang mengetahui hal tersebut langsung menggeruduk angkot dan menangkap ketiga pelaku itu.

Amukan massa tak berlangsung lama. Sebab salah satu petugas kepolisian dari Polsekta Tamansari Tasikmalaya yang kebetulan melintas di lokasi yang sama berhasil membubarkan aksi massa itu. Korban langsung diamankan warga dan pelaku segera digelandang ke kantor polisi.

2. Dilecehkan di bus, wanita ini seret pelaku pelecehan ke polisi

2. Dilecehkan di bus, wanita ini seret pelaku pelecehan ke polisi
Pelecehan terhadap perempuan di bus yang terekam CCTV. (YouTube)

Aksi heroik ML (30) memang patut diacungi jempol. Wanita yang berprofesi sebagai karyawati ini sempat dilecehkan oleh seorang pria berinisial RK (23) saat menumpangi bus Koantas Bima 509 jurusan Pasar Rebo-Lebak Bulus. Tapi dia berhasil menyeret pelaku ke polisi.

Peristiwa itu bermula ketika ML tengah menuju tempat kerjanya di bilangan Jakarta Pusat. Saat berdiri di dalam bus yang penuh sesak tersebut, RK tertangkap basah mengeluarkan kemaluan dan menggesek-gesekkan ke bokong ML hingga cairan spermanya keluar.

“Pada saat korban sedang berdiri di depan tersangka kemudian karena bus tersebut penuh dan berdesakan kemudian tersangka mengeluarkan kemaluannya lalu menggesek-gesekan ke bokong korban hingga mengeluarkan sperma di bokong dan celana korban,” kata Kepala Urusan Divisi Humas Polres Jaksel, AKP Agus Winarno di MaPolres Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Seketika itu juga, ML langsung menyadari ada cairan basah di celana bagian bokongnya. Saat melihat ke belakang, ternyata di celana tersangka juga basah dengan cairan yang sama.

Menurut Agus, ML di dalam bus sempat bertanya kepada RK perihal cairan itu. Namun RK menampik jika cairan itu adalah spermanya.

“Ini (cairan) apa?” tanya ML dengan nada tinggi.

“Ini susu,” jawab RK.

Mendengar jawaban itu , ML naik pitam. Ia langsung marah dan memaki-maki RK karena sudah paham betul bahwa itu cairan sperma.

“Saya ini sudah lama berumah tangga, jadi saya tahu ini (cairan) apa.”

ML pun langsung menantang RK untuk menyelesaikan masalah tersebut di kepolisian terdekat. Karena takut dihakimi massa di dalam bus, RK langsung menuruti kemauan ML dan mereka berdua segera menuju ke pos polisi Pasar Minggu.

Sesampainya di sana dan diperiksa polisi, RK akhirnya mengaku salah dan langsung dibawa petugas ke Polres Jakarta Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dikenakan Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

3. Gadis ini seret pria yang ingin memperkosanya ke kantor polisi

3. Gadis ini seret pria yang ingin memperkosanya ke kantor polisi
Sebanyak 46,7 persen dari 12.812 responden wanita dalam sebuah survei yang dilakukan baru baru ini di Indonesia mengatakan bahwa mereka pernah mendapatkan kekerasan seksual. Kasus pelecehan seksual terhadap wanita dapat terjadi tanpa melihat latar belakang korban.(sumber : istimewa)

Seorang mahasiswi India bernama Pradnya Mandhere, 20 tahun, menyeret pria yang mencoba memperkosanya ke kantor polisi lantaran orang-orang di sekitarnya tidak mau menolong. Mahasiswi tingkat ketiga di Kampus Sathaye, Mumbai, itu baru saja turun dari kereta buat pulang ke rumah sekitar pukul 14.30 pada 18 Maret lalu. Saat itulah seorang pria bernama Chavan menyerangnya.

Mandhere memperkirakan ada sekitar 50 orang di stasiun kereta Kandivli di Vile Parle yang hanya berdiri melihat kejadian itu. Chavan saat itu sedang mabuk dan mencoba menggerayangi tubuh Mandhere, seperti dilansir koran the Independent, Jumat (20/3).

“Ketika saya mencoba menghindarinya dia menyergap saya,” kata dia kepada stasiun televisi NDTV. “Saya sempat terkejut lalu mulai memukulinya dengan tas saya.”

Mandhere mengatakan stasiun kereta itu selalu ramai dan mereka melihat perbuatan Chavan terhadapnya tapi tak ada yang menolong. Namun dia bingung dengan penumpang yang diam saat dirinya hendak menjadi korban perkosaan.

“Orang-orang berhenti untuk melihat, tapi tak seorang pun mau repot bertanya ada apa.”

Dia akhirnya menjambak pria itu karena tidak mau memegang tubuhnya yang kumal lalu menyeretnya ke kantor polisi. Polisi kemudian membenarkan mereka sudah menangkap pria itu.

Nah setelah membaca artikel ini bagaimana menurut sobat NgenetYuk!? Masih berdiam diri terhadap kasus pelecehan terhadap perempuan?


Like it? Share with your friends!

alamsyah

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *