Plus Minus 3 Cagub Jakarta Menurut Shio, Bagian 1

Ahok, Anies dan Agus (3A), telah resmi mendaftarkan diri sebagai Cagub DKI Jakarta untuk Pilkada 2017. Seperti apakah plus minus mereka?


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Angka 29 (tanggal lahir Ahok), merupakan dua angka yang sangat baik dan istimewa. An

gka 6 (Juni bulan lahir Ahok) adalah angka kesuksesan karena dalam budaya Tionghoa, nomor 6 bermakna kesuksesan. (sumber : istimewa)

Ngenetyuk! Infosiana – Di bagian pertama, NgenetYuk! akan membahas plus minus Cagub Ahok terlebih dahulu. Seperti apakah plus minus Ahok? Berikut ulasannya.

Sebuah tulisan dari Ramayanti Alfian Rusid, mahasiswi yang sedang menyelesaikan Magister Management Komunikasi di Universitas Trisakti dan M

etafisika China, menarik diangkat kembali setelah Ahok maju lagi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 mendatang. Tulisan ini menjelaskan bagaimanakah plus minus serta peluang Ahok dalam mengikuti pertarungan Pilgub DKI nanti. Dan berikut ini plus minus Ahok berdasarkan perspektif Lit

eratur Tionghoa.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlahir 29-6-1966 atau usianya 50 tahun di tahun ini. Tahun depan usianya sudah 51 tahun. Dari Literatur Tionghoa, Ahok bisa dikalahkan dalam pertarungan tahun depan bila hitungan tanggal lahirnya di bawah angka 50. Sesuai dengan umurnya saat ini.

Angka 29 (tanggal lahir Ahok), merupakan dua angka yang sangat baik dan istimewa. Angka 6 (Juni bulan lahir Ahok) adalah angka kesuksesan karena dalam budaya Tionghoa, nomor 6 bermakna kesuksesan.

Budaya Tionghoa memang sangat kental dengan perhitungan angka-angka dalam kesehariannya. Ada angka sial dan ada angka keberuntungan. Contoh sederhana, gedung bertingkat milik etnis keturunan Tionghoa tidak ada angka 4 di lantai 4. Biasanya disebut lantai 3A atau sebutan lainnya. Ada apa gerangan dengan angka 4? Angka 4 (si) diartikan dapat membawa kesialan. Maka jauhilah kesialan.

Cukup menarik jika menyimak serangan terhadap Ahok di tahun Monyet Api ini (2016). Sebagai Kuda Api, Ahok banyak mendapat serangan dari para Monyet. Diserang dari banyak sisi seperti: etnis, agama, politik, bisnis, etika, moral, sosial dan lain sebagainya. (sumber : istimewa)

Sementara itu dari aspek shio, Ahok terlahir dengan shio Kuda Api (21 Jan 1966-8 Feb 1967). Sesuai dengan karakternya, lincah dan panas (galak).

Jika pemilihan gubernur DKI tahun ini, maka dalam hitungan hari baiknya, kemungkinan besar Ahok kalah. Karena tahun ini adalah tahun Monyet Api. Sementara tahun 2017 adalah tahun Ayam Api bersesuaian dengan Kuda Api.

Cukup menarik jika menyimak serangan terhadap Ahok di tahun Monyet Api ini (2016). Sebagai Kuda Api, Ahok banyak mendapat serangan dari para Monyet. Diserang dari banyak sisi seperti: etnis, agama, politik, bisnis, etika, moral, sosial dan lain sebagainya.

Tetapi tanpa disadari para Monyet kehabisan tenaga dan kehabisan isu di tahun ini karena ditumpahkan semua. Elektabilitas Ahok dalam pertengahan sampai akhir tahun ini pasti menurun, akibat serangan membabi buta para Monyet. Dalam menggoreng isu, para Monyet sesuai sifatnya cenderung serakah, semuanya digerayangi, sehingga tidak fokus dan lambat laun kehabisan tenaga tanpa mendapatkan apapun. Pernah melihat monyet menangkap belalang? Belalang yang ditangkap disimpan di celah ketiaknya, lalu dia menangkap belalang lainnya, tanpa dia sadari belalang di ketiaknya terlepas kembali.

Mengetahui situasi tahun Monyet Api saat ini, Ahok pun tidak perlu melawan dengan mengeluarkan jurus macan terbang yang menguras banyak tenaga, cukup melancarkan tendangan tapak kaki kuda di uluhati lawannya. Maka hasilnya, ada anggota dewan yang dicokok KPK, ada petinggi negara yang menjadi soroton karena ‘aibnya’ tersingkap melalui Panama Papers, ada seniman yang terbuang dari komunitasnya, ada politisi yang diserang oleh sesama politisi karena hembuskan isu deparpolisasi dan lain sebagainya.

Dalam tahun depan tidak ada lagi isu-isu atau gosip-gosip berarti yang bisa merusak citra Ahok. Lawan-lawan politiknya banyak yang sudah mengalami ‘kelumpuhan isu’ untuk menyerang Ahok karena sudah dikuras tahun 2016, saat para monyet loncat kesana kemari. (sumber : istimewa)

Tahun 2017 dimana bertepatan dengan akan terlaksananya pemilihan Gubernur DKI, keberuntungan kembali menghampiri Ahok dalam tahun Ayam Api. Kuda Api dan Ayam Api bukan berseteru atau ‘ciong’. Dalam tahun depan tidak ada lagi isu-isu atau gosip-gosip berarti yang bisa merusak citra Ahok. Lawan-lawan politiknya banyak yang sudah mengalami ‘kelumpuhan isu’ untuk menyerang Ahok karena sudah dikuras tahun 2016, saat para monyet loncat kesana kemari.

Dari unsur-unsur yang ada pada Ahok berdasarkan angka-angka tersebut, di tahun Ayam Api pada 2017 sangat sulit mengalahkan Ahok karena dia berada pada rasi keberuntungan. Tapi tidak ada salahnya mencoba melawan Ahok, siapa tahu lebih beruntung karena angkanya lebih bagus. Dan Ingat selalu untuk bertarung secara sehat untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.

Setelah membaca artikel tentang Plus Minus Cagub Jakarta bagian Ahok, bagaimana menurut sobat NgenetYuk!?


Like it? Share with your friends!

alamsyah

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *