Presiden Jokowi Sarankan Bendera Pusaka Diarak dari Monas ke Istana

Selama ini posisi bendera pusaka, bendera merah putih, untuk pelaksanaan puncak HUT RI hanya diletakan di istana kepresidenan. Tahun ini tidak lagi.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Anggota Paskibraka pembawa baki Bendera Merah Putih Maria Felicia Gunawan (kanan) menerima replika Bendera Pusaka dari Presiden Joko Widodo dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT ke-70 RI di Istana Merdeka (sumber : baranews.co)

NgenetYuk! Infosiana – Sebentar lagi segenap bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun. Dan di setiap perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tentu selalu disuguhkan dengan tontonan di televisi seputar acara detik detik peringatan HUT RI di istana. Namun berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, pelaksanaan acara puncak HUT RI ke-71 di istana ada yang baru.

Presiden Joko Widodo seperti disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, menginginkan, jika keberadaan bendera pusaka, bendera merah putih yang selama ini hanya berada di lingkungan istana kepresidenan saat detik detik peringatan HUT RI, pada tahun ini disarankan untuk diarak mulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas).

“Untuk 17 Agustus 2016 ini, bendera pusaka akan diarak dari Monumen Nasional (Monas) ke Istana. Biasanya kan sesuatu yang dihormati kan dibikin seremoni. Nah, inilah seremoninya,” ujar Djumala seperti dikutip kompas (12/8).

Presiden, kata Djumala, ingin agar simbol negara dapat disaksikan sekaligus dihormati oleh masyarakat. Dan arak-arakan bendera pusaka tersebut dapat disaksikan masyarakat umum.

Persiapan perayaan Hari Kemerdekaan di Istana saat ini mencapai 75 persen. Tanggal 13, 14 dan 15 Agustus mendatang, Istana akan melaksanakan geladi bersih upacara seremoni untuk mematangkannya.


Like it? Share with your friends!

alamsyah

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *