Benarkah Hani Terlibat Dalam Kasus Kopi Sianida?

Hani panik, tangannya terlihat gemetar. Saya bisa mati juga tidak Dok? Karena dia mengaku minum kopi yang diminum Mirna juga di gelas yang sama, lalu saya periksa Hani dari denyut nadi dan tensinya semuanya normal


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Jesica Kumala Wongso saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan(tempo.co)[/ca

ption]

NgenetYuk! Infosiana –Sidang kasus kematian Wayan Mirna shalihin kini memasuki babak baru. Dokter Ardianto yang dihadirkan sebagai saksi, itu menuturkan kalau dirinya sempat memeriksa tubuh Hani alias Boon Juwita, kawan Wayan Mirna Salihin yang tewas setelah minum kopi Vietnam di kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 6 Januari 2016 silam.

Hani panik, tangannya terlihat gemetar. Saya bisa mati juga tidak Dok? Karena dia mengaku minum kopi yang diminum Mirna juga di gelas yang sama, lalu saya periksa Hani dari denyut nadi dan tensinya semuanya normal, ” kata Ardianto saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, Ardianto pun memberikan resep untuk Hani. “Saya kasih dua resep obat,” ucapnya. Selain itu, Ardianto juga menyarankan agar Hani memperbanyak makan dan minum agar racun yang ada di tubuhnya ternetralisasi. “Saya suruh banyak makan dan minum sebagai detoks alami,” ujarnya.

Jesica Kumala Wongso saat didalam ruang persidangan(bisnis.com)

usai kematian Mirna. Hani sempat beberapa kali diperiksa polisi, dan ua pun sempat menangi usai diperiksa selama 11 jam. Hal itu disebabkan karena beberapa penyebab kematian Mirna yang menghantui dirinya, antara lain:

Pertama, Mirna adalah sahabat dekatnya. Edhi Darmawan Salihin, ayah Mirna Salihin, pernah melihat Hani bermain ke rumahnya.  “Kenapa nangis? Karena dia ngomong yang sebenarnya. Ini anak polos, enggak ada masalah dia,” tuturnya menceritakan Hani yang menangis saat diperiksa polisi.

Kedua, Hani menyaksikan bagaimana maut menjemput sahabatnya. Pada persidangan 13 Juli 2016, Hani memberi kesaksian tentang hal itu. “Setelah minum, Mirna bilang, ‘ini enggak enak banget. This is so awful’.”

Jesica Kumala Wongso saat masuk ke ruang persidangan (bisnis.com)

Ketiga, Hani sempat mencicipi kopi Vietnam yang diminum Mirna. Memang benar, rasanya aneh. Namun kopi itu tidak sampai ditelannya. Di lidah Hani, kopi itu terasa pedas dan panas. Oleh karena itu, Hani begitu panik setelah dokter menyatakan Mirna meninggal.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir. Mirna sempat mengatakan kalau kopi yang dipesannya itu tidak enak dan meminta dirinya untuk diambilkan air putih. “Han gue enggak bohong, ini parah banget. Sumpah enggak enak,” kata Hani menirukan ucapan Mirna.

“Begitu saya lihat menu, untuk tahu menu apa yang kita pesan. Baru saya lihat, Mirna sudah menengok dan bersandar tatapan kosong, keluar busa dari mulut, masih berusaha bernapas dan langsung meludah,” urai Hani dengan berlinang air mata.


Like it? Share with your friends!

fazri

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *