Mengenal Lebih Dekat dengan Bunda Teresa

Bunda Teresa sempat menawarkan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala Misionaris Cinta Kasih, tetapi para biarawati ordo dalam sebuah pemungutan suara yang rahasia, memilihnya untuk tetap menjabat


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Bunda Teresa sang Misionaris Cinta(amazine.co)

NgenetYuk! Dunia –< /b> Agnes Gonxha Bojaxhiu, atau yang lebih dikenal sebagai Bunda Teresa, yang memiliki jalan hidup yang lurus itu memang terlahir menjadi seorang Misionaris Cinta dengan cara menyelamatkan kaum papa. Sehingga pantas saja Paus Fransiskus pada minggu kemarin menjuluki dirinya seba

gai Santa Yang Hidup.

Wanita kelahiran Uskub, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910, itu Pada 1970, ia terkenal di dunia Internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Misionaris Cinta Kasih terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC.

Bunda Teresa terlahir sebagai pembawa cinta kasih(salon.com)

Selain itu juga, Bunda Teresa menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna pada tahun 1980 dan Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1979. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Saat peringatan kelahirannya yang ke-100 pada tahun 2010.

Dia mengambil sumpah sucinya pada tanggal 14 Mei 1937, saat sedang pelayanan sebagai guru di sekolah biara Loreto di Entally, sebelah timur Kalkuta. Teresa bertugas disana selama hampir dua puluh tahun dan pada tahun 1944 diangkat sebagai kepala sekolah.

Bunda Teresa sampai akhir hayanta menjadi seorang misionaris cinta kasih(biography.com)

Pada tanggal 10 September 1946, Bunda Teresa rupanya mengalami “panggilan” saat bepergian dengan kereta api ke biara Loreto di Darjeeling dari Kalkuta untuk retret tahunannya. Pada saat itu juga, Ia mendengar kata “saya haus”. Lantas saja, Bunda Teresa meninggalkan biara dan membantu orang miskin, daan memutuskan unutuk tingga bersama mereka.

Bunda Teresa menderita serangan jantung ketika di Roma pada tahun 1983, saat mengunjungi Paus Yohanes Paulus II. Setelah serangan kedua pada tahun 1989, ia menerima alat pacu jantung buatan. Pada tahun 1991, setelah berjuang melawan pneumonia saat di Meksiko, ia menderita masalah jantung lebih lanjut. Ia menawarkan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala Misionaris Cinta Kasih, tetapi para biarawati ordo dalam sebuah pemungutan suara yang rahasia, memilihnya untuk tetap menjabat. Bunda Teresa sepakat untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai kepala ordo.


Like it? Share with your friends!

fazri

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *