Mengenal Lebih Dekat Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ‘Master’ Penggandaan Uang

Pria yang bernama asli Taat Pribadi, itu merupakan anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan mantan Kapolsek Gading, Kabupaten Probolinggo, Mustaqim dan Ngarti.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Dimas Kanjeng taat Pribadi anak dari pensiunan perwira polisi. (ponorogopos.com)

NgenetYuk! Infosiana – Setelah penangkapannya beberapa hari yang lalu. Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Siapakan sebenarnya sosok Dimas Kanjeng Taat pribadi itu dan benarkah Dia memiliki kesaktian yang sanggup melipat gandakan uang? Mengapa sosoknya begitu menyihir sehingga membuat ribuan pengikutnya seperti kehilangan akal sehat, meskipun itu orang berpendidikan tinggi.

Pria yang bernama asli Taat Pribadi, itu merupakan anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan mantan Kapolsek Gading, Kabupaten Probolinggo, Mustaqim dan Ngarti. Mustaqim yang merupakan pensiunan perwira polisi itu pada tahun 1992, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat melakukan ritual penggadaan uang. (newsth.com)

Raut wajah Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang sepintas seperti orang Arab itu rupanya diwarisi oleh sang ibunda tercinta, Ngarti yang merupakan seorang perempuan keturunan Timur Tengah, yang juga telah meninggal pada tahun 2002 lalu. ”Dimas Kanjeng Taat Pribadi keturunan Arab-Jawa,” kata Yuniarti, warga Kraksaan, Probolinggo yang pernah tinggal di Desa Wangkal dan bertetangga dengan keluarga Taat Pribadi.

Pria kelahiran 28 April 1970, itu sejak kecil dikenal memiliki kesenangan dengan hal-hal bersifat gaib. Meskipun mendapat pendidikan keras dari orang tuanya yang polisi, dia tak mengikuti karier bapaknya.

Ia memilih jalan hidupnya sendiri, dengan memperdalam ilmu keagamaannya kepada sejumlah guru dan ulama. Itu pula yang membuatnya dia enggan meneruskan pendidikan tingginya di Malang. Abah Ilyas tinggal di Mojokerto, itu mewarisi ilmu-ilmu gaib sehingga Dimas Taat Pribadi mengklaim dirinya memiliki kesaktian bisa menggandakan uang.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat digelandang ke kantor polisi. (merdeka.com)

Setelah berguru. Tepatnya pada tahun 2000, Taat kembali ke kampung halamannya di Desa Wangkal, Kecamatan Gading untuk menyiarkan ilmu yang telah dipelajarinya, serta mendirikan padepokan di bawah kepengurusan Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. kini yayasan itu mendapatkan pengesahan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-3632. AH.01.04 Tahun 2012.

Kepada para pengikutnya, Taat memang mengklaim memiliki sejumlah karimah alias kelebihan. Salah satunya menggandakan uang. Namun caranya, para pengikut diharuskan menyetor sejumlah mahar. Dia lantas membekali para pengikut itu dengan amalan yang oleh MUI diistilahkan sebagai ”salawat fulus”. Belakangan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menyebut dirinya dengan gelar Sri Raja Prabu Rajasanagara. Pengikutnya pun beranak pinak, dari semula belasan orang, menjadi puluhan, ratusan, hingga ribuan orang.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: Infosiana

DON'T MISS