Mengenal Sosok Maestro Dalang, Ki Asep Sunandar Sunarya

Pria yang biasa disapa, Ki Asep Sunandar itu berhasil mempertahankan kesenian wayang golek yang menjadi warisan leluhur nenek moyang Indonesia


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Sedang santai pun Ki Asep Sunandar Sunarya Masih saja mendalang (wartabuana.com)[/ca

ption]

NgenetYuk! Infosiana – Kemampuan almarhum Asep Sunarya atau yang biasa disapa Ki Asep Sunandar Sunarya semasa hidupnya, dalam mendalang memang tidak dapat diragukan lagi. Rupanya, darah mendalang, yang mengalir dalam tubuhnya itu diwarisi oleh ayahandanya tercinta,

Abeng Sunarya, yang juga seorang dalang terkenal dimasa itu.

Sosok pria kelahiran Bandung 3 September 1995, dikenal masyarakat karena ia sering tambil di layar kaca bersama wayang-wayangnya sampai tahun 2014. Kegemarannya dalam mendalang, rupanya sudah ditunjukan sejak ia kelas 1 SD. Bahkan, ketika berusia 7 tahun dirinya ia suka membuat wayang dari ranting pepohonan, tanah liat, dan daun singkong. Apalagi saati itu, ia sangat menyukai cerita-cerita dongeng.

Ki Asep Sunandar Sunarya saat menjadi dalang (tempo.co)

Pantas saja. Semasa hidupnya dalam menitir karinya, ia kerap mendapatkan beberapa penghargaan, antara lain pernah menjadi juara dalang di Bandung, Juara Umum Dalang tingkat Jawa Barat, menjadi Duta Kesenian Indonesia, Bahkan pernah menjadi dosen luar biasa selama 2 bulan di Institut International De La Marionnette di Charleville, Perancis. Setelah banyak mentas di luar negeri, tahun 1995 ia mendapat penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan.

Saat dimana hiburan modern ‘menjajah’ negeri ini, ia masih bertahan dengan suguhan-suguhan sebagai seorang maestro wayang golek. Pria yang biasa disapa, Ki Asep Sunandar itu berhasil mempertahankan kesenian wayang golek yang menjadi warisan leluhur nenek moyang Indonesia, yang dilakukannya dengan cara beriringan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Namun sayang, perjalanannya harus berhenti di tahun 2014 karena pada 31 Maret 2014, di umurnya yang ke-58 ia harus berpulang ke pangkuan yang maha kuasa.

Cepot dan Semar yang sering dimainkan Ki Asep Sunandar Sunarya dalam dalangnya(liputan6.com)

Untuk memperingati ulang tahunnya, Sabtu (3/9)lalu, google memberikan penghargaan untuk Asep Sunandar dengan menampilkan di halaman muka situss google sebagai doodle dua wayang golek salah satunya Si Cepot. Hal ini dilakukan, untuk mengingatkan masyarakat Indonesia akan sosok seorang Asep Sunandar yang berjasa menghibur masyarakat.

“Hari ini kita merayakan apa yang akan menjadi ulang tahun ke-61 dari Asep Sunandar, salah satu maestro wayang golek yang paling terkenal di dunia.” tulis Google di situs Doodle.


Like it? Share with your friends!

fazri

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *