Humor Mukidi Pilihan, Coba Tahan Ketawa

Berikut sebagian koleksi humor Mukidi.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

NgenetYuk! LucuHumor Mukidi kini tengah viral dan dibicarakan masyarakat. Mukidi seolah menjadi ikon humor hiburan di tengah situasi politik dan ekonomi Indonesia yang tengah memanas. Humor Mukidi beredar luas di dunia maya dan menjadi bahasan yang menarik.

NgenetYuk! mencoba memilih humor Mukidi kepada pembaca. Nah, tantangannya, apakah setelah membaca humor Mukidi tersebut, sobat NgenetYuk! bisa menahan tawa? Yuk disimak

The Mask Effect

The Mask Effect

Menjelang Idul Fitri Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris bukan beli dari MLM seperti teman-temannya. Kosmetik ajaib yang lebih mahal dari Bobbi Brown, Stila, dan Mac menurut salesgirlnya memberi garansi, pemakainya akan tampil jauh lebih muda dari usianya.

Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, dia bertanya kepada Mukidi, sang suami:

“Mas, sejujurnya berapa tahun kira-kira usiaku sekarang?”

Mukidi memandang lekat-lekat istrinya tercinta.

“Kalau dilihat dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18 tahun….penampilanmu; 25 tahun…”

“Ah mas Mukidi pasti cuman menggoda,” Markonah tersipu manja.

“Tunggu dulu sayang, saya ambil kalkulator….. saya jumlahkan dulu ya…..”

Rebutan Hak Asuh Anak

Rebutan Hak Asuh Anak

Mukidi dan Ponikem baru saja bercerai dan sedang memperebutkan hak asuh anaknya.

Di ruang sidang pengadilan Ponikem dengan pedenya berkata: “Anak keluar dari perut saya, ya sudah pasti milikku” 

Mukidi marah-marah dan menyanggah: “Kok lucu asal ngomong saja, memang kalau uang keluar dari ATM terus uangnya milik ATM? Jelas sudah pasti uangnya punya yang masukin kartu ATM dong.”

Jaksa pun terbengong-bengong sambil manggut-manggut dan semua yang hadir di ruang sidang pun tertawa dan memberi tepuk tangan pada Mukidi.

Mukidi kok dilawan!!!

No Mercy

No Mercy

Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.

“Bisa saya bantu nek?”

“Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak.”

“Ada lagi nek?”

“Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?” Mukidi mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.

“Cukup nek?”

“Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis: maaf tulisan nenek jelek.”

Nah Sobat NgenetYuk! pasti juga punya koleksi humor Mukidi. Yuk, jangan lupa di share di kolom komentar ya.


Like it? Share with your friends!

hernanda

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *