Kisah Kebaikan Tukang Soto Ini Bisa Menyindir Orang Pelit

Tukang soto yang baik hati mengajarkan untuk berbuat baik terhadap sesama.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Facebook

NgenetYuk! Inspirasi – Belakangan kisah seorang tuk

ang soto di situs jejaring sosial Facebook tengah ramai dibicarakan netizen. Sebuah akun Facebook Kamsan Berutu memposting sebuah cerita inspiratif dari seorang tukang soto yang baik hati di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

Kisahnya dimulai saat orang yang memposting kisah t

ukang soto baik hati itu hendak makan semangkuk soto ayam sambil menunggu macet reda. Seorang ibu setengah tua dengan dua anaknya yang masih balita kemudin datang. Rupanya ibu yang berpenampilan sangat sederhana itu hendak makan soto ayam bersama dua anaknya.

Si ibu menanyakan harga semangkuk soto ayam dan dijawab tukang soto yang baik hati itu. Namun rupanya uang ibu tersebut kurang untuk membeli semangkuk soto ayam.

“Kedua anak saya sungguh ingin makan soto, tapi uang saya hanya ada 7.000 rupiah, maaf pak apa bisa dibuat 2 porsi walau hanya kuah dan sedikit sohun, gak jadi masalah.” ujar si ibu tersebut dengan ragu-ragu.

Singkat cerita, si tukang soto yang baik hati itu akhirnya menyediakan tiga mangkuk soto. Namun ibu yang sederhana itu sempat menolak karena tidak memiliki uang lagi. Setelah dijelaskan bahwa soto tersebut gratis, ibu dan kedua anaknya dengan senang hati memakan soto.

Nah, kisah selanjutnya dapat dibaca di sini ya:

KOK ADA YA TUKANG SOTO YANG SEPERTI INI?

Sore itu sehabis pulang kantor, saya mampir di sebuah kedai Soto Ayam Madura di Jl.Raya Halim, Cililitan-Jakarta Timur…Saya memesan semangkok soto ayam dan duduk membaca koran menunggu macet yg belum juga terurai…maklum nasib karyawan yang pulang kerja selalu terjebak macet. Saya suka sekali makan soto apalagi di musim hujan begini hehehe.. 

Seorang ibu setengah tua dengan 2 anaknya yang masih Balita dengan penampilan sederhana tiba-tiba masuk ke kedai, ” Pak, berapa harga semangkok soto ?” tanya si ibu tersebut.

“10.000, Bu” jawab penjual soto sambil tersenyum…

” Kedua anak saya sungguh ingin makan soto, tapi uang saya hanya ada 7000 rupiah, maaf pak apa bisa dibuat 2 porsi walau hanya kuah dan sedikit sohun, gak jadi masalah ” tanya si ibu sedikit ragu-ragu…

” Oh, mari bu silakan duduk ” kata bapak penjual soto.. lalu nggak sampai 5 menit, tiga mangkok soto berukuran besar sudah dihidangkan di depan…

” Tapi uang saya hanya 7000… Pak ?” Tanya ibu sekali lagi dengan sedikit ragu,..sang ibu masih punya harga diri untuk tidak meminta penuh…

” Oh..nggak apa apa bu, ibu bertiga makan saja dan simpan uang ibu “. .Ibu itu tersenyum dan kemudian membungkukkan tubuhnya…

Saya tersenyum kagum, melihat kebaikan penjual soto.. saya pun kembali meneruskan makan saya…sekitar 15 menit, si ibu dan kedua anaknya pun beranjak pergi sambil mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada si bapak penjual soto.

Kemudian seorang pemuda sepertinya keturunan Tionghoa yang dari tadi duduk cuek di pojokan yg sambil main smartphonenya tiba-tiba membayar kepada si penjual soto dengan uang Rp. 100.000 dan kemudian pergi begitu saja.

“Mas, ini kembaliannya”, ujar si penjual soto. 

“Saya makan 1 mangkok dan 1 bungkus kerupuk sama teh manis ya, nah sisanya untuk bayar soto si ibu dan 2 anaknya tadi ya bang”, kata pemuda itu sambil menghidupkan sepeda motor maticnya dan kemudian beranjak pergi sambil menerobos hujan…

Saya benar-benar terpesona, dengan kebaikan-kebaikan yang dihadirkan Tuhan di depan mata saya…

Si ibu miskin yang jujur serta tidak meminta-minta, si bapak penjual soto yang baik hati serta pemuda yang pemurah. Dan saya sendiri ikut kecipratan kebahagiaan karena melihat kejadian itu… 

Jika saja setiap orang tidak melulu menggunakan Hukum Dunia, Untung dan Rugi.. Tentu pintu-pintu kesempatan, keberkahan akan banyak dibuka oleh Tuhan YME…

Jika saja setiap orang lebih dahulu MEMBERI bukan meminta, dunia akan punya banyak WARNA yang INDAH..”


Like it? Share with your friends!

hernanda

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *