Setop Pelecehan Terhadap Perempuan

Data pelecehan terhadap perempuan memprihatinkan. Bagaimana sikap kita? Yuk, ikut berkampanye Setop Pelecehan Terhadap Perempuan.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Kasus pegawai Tian Liong Fatmawati menjadi pembicaraan. Dianggap sebuah pelecehan. (

Kriminalitas.com)

NgenetYuk! Infosiana – Kasus pegawai Tian Liong Fatmawati yang ketahuan pasang kamera di toilet, sedang menjadi perbincangan di masyarakat. Calon korban pelecehan adalah seorang wanita yang ternyata punya insting yang tinggi, saat melihat seorang pegawai yang izin masuk ke kamar mandi terlebih dahulu dengan membawa telepon genggam, kemudian keluar tanpa memegang telepon genggamnya tersebut.

Beruntung, aksi sang karyawan tersebut keburu diketahui wanita itu. Tanpa basa basi, wanita itu dengan tegas menginterogasi karyawan tersebut. Publik menilai, apa yang dilakukan karyawan tersebut adalah sebuah pelecehan terhadap perempuan.

Pelecehan terhadap perempuan, seharusnya tidak terjadi jika masyarakat saling melindungi. (Aktual)

Berbicara tentang pelecehan terhadap wanita, Indonesia punya catatan khusus. Bahkan tahun 2015 silam, menurut data yang dirilis Komisi Nasional untuk Perempuan, di Jawa Barat, setiap bulan, terdapat laporan 17 perempuan mengalami pelecehan seksual. Menurut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kabupaten Bandung dan Bandung Barat menjadi daerah yang mencatat kasus kekerasan seksual tertinggi.

Di Jawa Timur, data tahun 2015 yang dirilis Lembaga Bantuan Hukum Surabaya tercatat 116 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur. Angka tersebut sudah menurun dari tahun sebelumnya dengan 183 kasus.

Pelecehan terhadap perempuan masih menjadi pekerjaan rumah bagi dinas terkait. (Jakarta.Bisnis.com)

DKI Jakarta lebih miris lagi. Data kepolisian menyebutkan, sepanjang tahun 2014, tercatat 63 kasus perkosaan dan lebih dari 200 kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

Hal tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja, sebab bukan tidak mungkin, kasus pelecehan terhadap perempuan akan semakin meningkat. Kami menggunakan hashtag #SetopPelecehanPerempuan melalui sosial media (Twitter, Facebook, Instagram) untuk menyebarkan kampanye perlindungan terhadap perempuan.

Yuk, wujudkan wilayah kita sendiri, bebas dari pelecehan terhadap perempuan. Kalau bukan kita yang saling menjaga dan mengingatkan, siapa lagi?

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: Infosiana

DON'T MISS