Resign Setelah THR Turun? Hmm… Gimana ya?

Pernah merasa bingung kenapa banyak sekali karyawan yang mengajukan resign atau pengunduran diri setelah mendapatkan THR? Fenomena ini semakin tahun semakin banyak, lho. Kenapa ya?


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

Ilustrasi Surat Resign

Ilustrasi Surat Resign
www.bcgsearch.
com

NgenetYuk! Karier – Tunjangan Hari Raya atau sering disingkat dengan THR merupakan hak seluruh karyawan. Biasanya dibagikan dengan ketentuan 2 minggu sebelum hari raya. Penghitungannya pun sudah berubah sejak tahun ini, dimana karyawan yang bekerja dengan waktu minimal 1 bulan mendapatkan THR Prorate. 

Tapi tahu ga sih kamu, kalau ternyata banyak dari para karyawan ini memutuskan untuk mengundurkan diri setelah THR turun. Kira-kira kenapa ya?

Sebenarnya ada banyak alasan untuk hal ini bisa terjadi. Misalnya masalah personal yang sering kali dikaitkan oleh para karyawan dengan tempatnya bekerja, ada juga memang yang bermasalah dengan gaji yang dirasa tidak berbanding lurus dengan pekerjaan yang dilakukannya.

Salah satu alasan paling besar adalah karena 2 hal. Yang pertama, masalah dengan bos dan yang kedua adalah masalah kecil-besarnya gaji yang diterima si karyawan.

Alasan pertama yaitu masalah dengan bos atau atasan. Atasan terkadang menyampaikan suatu perintah pekerjaan dengan cara yang tidak disukai oleh karyawan. Tetap saja hal ini berhubungan dengan pribadi karyawan dan juga atasan.

Alasan kedua, yaitu gaji ideal. Gaji ideal merupakan kisaran gaji yang diinginkan oleh si karyawan. Biasanya THR yang dianggap sebagai bonus, merupakan salah satu pemicu para karyawan untuk bertahan lebih lama.

Pada bulan-bulan inilah masa genting para karyawan mencari pekerjaan baru. Apalagi jika karyawan tersebut merupakan salah satu aset paling berharga di sebuah perusahaan. Pasti perusahaan tidak ingin kehilangan aset seperti itu, bukan?

Sebagai pengusaha ada baiknya memperhatikan cara penyampaian perintah, memperhatikan kinerja para karyawan dan memberikan feedback yang dirasa cukup menggambarkan semua hasil dari kinerja si karyawan tersebut. Memberikan pujian juga merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan engagement karyawan dengan perusahaan.

Bonus dan penghargaaan adalah hal yang mampu meningkatkan keterikatan para karyawan dengan perusahaan dimana mereka bekerja. Meningkatkan hal ini berarti memberikan perusahaan anda peluang lebih baik dalam hal “employee relationship”.

Sedangkan untuk kamu sebagai karyawan, yang perlu diperhatikan adalah terkadang perintah yang datang dari atasan terdengar semena-mena. Tapi apa yang kamu lakukan adalah sebuah pekerjaan juga, dimana kamu harus mematuhi perintah tersebut selama masih dalam norma yang berlaku. 

Kemudian, yang perlu kamu perhatikan adalah tanyakan hal yang tidak kamu mengerti. Kamu pasti tidak ingin bekerja tanpa tahu apa yang sebenarnya kamu lakukan, bukan?

Dapat disimpulkan bahwa fenomena resign ini terjadi memang kebanyakan dikarenakan oleh alasan pribadi. Kamu sebagai pemilik usaha harus memperhatikan “engagement” para karyawan dengan perusahaan. Dan kamu sebagai karyawan harus benar-benar bekerja dengan baik untuk keberhasilan bersama. Tanyakan hal yang tidak kamu mengerti adalah salah satu cara menghindari kesalahpahaman. 

Kalau kamu tetap memilih untuk resign dari pekerjaan kamu, pastikan bahwa sebelumnya kamu telah mendapatkan pekerjaan lain ya, guys. Keputusan seperti ini bisa mempengaruhi hasil interview kamu dengan perusahaan yang kamu lamar lho. Jadi, pastikan keputusan yang kamu buat sudah benar-benar tepat!


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *