Merintis Desa Nelayan Mandiri di Negeri Maritim

Indonesia disebut sebagai negara maritim. Bahkan Indonesia juga dibekali dengan keanekaragaman hayati laut (mega marine biodeversity). Bagaimana membentuk desa nelayan yang kuat dan mandiri?


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Indonesia negara maritim. (strategi-militer)

NgenetYuk! Infosiana< /b> – Potensi lestari sumberdaya ikan yang tersedia di wilayah perairan laut nusantara diperkirakan mencapai 6,7 juta ton per tahun, yang mencakup 4,4 juta ton di perairan laut dan 2,3 juta tondi Zona Ekonomi Eksklusif. Kekayaan alam yang begitu rupa perlu diiringi dengan pembentukan desa nelayan ma

ndiri, dengan cara?

Faktanya potensi perairan bangsa Indonesia ternyata juga tidak diimbangi dengan budaya maritime yang baik, meningkatnya kerusakan laut, eksploitasi pemanfaatan sumberdaya laut yang berlebihan, sumberdaya laut yang masih terpendam , dan belum dimanfaatkan, upaya pelestarian

yang terintregasi secara nasional, kian memperburuk kualitas maupun kuantitas potensi laut tersebut. Inilah kondisi buruk yang terjadi dalam permasalahan kemaritiman bangsa Indonesia yang kian lama juga akan mempengaruhi penghasilan devisa negara. Ini merupakan permasalahan krusial, yang mana era pemerintahan 2015-2019 juga mengusung jargon kemaritiman. Tentu perbaikan sistem konservasi kelautan untuk memperbaiki kelautan di masa mendatang ialah cara mutlak bagi semua pihak. Potensi perairan di Indonesia merupakan salah satu modal.

Pertama, gubuk nelayan, ialah sebuah konsep segar yang menjadi piajakan nyata mempersiapkan kehidupan nelayan di era modern, bahkan di era Pasar Global sekarang ini. Dimaksudkan dengan gubuk nelayan, yaitu sebuah tempat yang memang menjadi sarana nelayan memperoleh penghasilan tambahan. Bukan hanya sekedar mirip dengan kampong nelayan. Tapi lebih dari itu, sebab adanya penambahan system zonasi mini yang menjadi daya tarik tersendiri. Sistem zonasi merupakan upaya yang sebenarnya juga sudah diatur dalam Pasal 1, UU RI Nomor 27 Tahun 2007 yang berbunyi “Suatu bentuk rekaya teknik pemanfaatan melalui penetapan batas-batas fungsional sesuai dengan potensi sumberdaya dan daya dukung serta proses-proses ekologis yang berlangsung sebagai satu-kesatuan dalam ekosistem”. Pengaturan territorial laut harus lah tanpa menggusur kehidupan nelayan yang terabaikan, tapijustru merintis desa nelayan yang mandiri. Sistem zonasi yang dikonsep sebagai Gubuk Nelayan Mini merupakan sebuah taman-taman laut dengan fasilitas alam kelautan yang menjadi sentra usaha dan budaya-budaya laut, misalnya dengan pemancingan, game laut, makanan lau, dan sebagainya. Cirikhas di sini yang menjadi utama ialah bagaimana para pengunjung yang memasuki Gubuk Nelayan harus memakai atribut nelayan atau baju pantai. Sehingga pengunjungn wisata benar-benar merasakan rasanya menjadi nelayan.

Kedua, Gubuk Literasi Laut. Generasi literasi merupakan generasi pembangunan karakter anak bangsa untuk produktif menghasilkan banyak karya. Disebut oleh Kirsch dan Jungeblut dalam bukunya Literacy: Profile Of America Young Adoult, Literacy Kontemporer merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan, sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Bedanya di sini, Gubuk Literasi Laut ialah sebuah terobosan sebuah tempat di pinggir pantai yang membudidayakan karya kelautan, sastra kelautan koma, tulisan kelautn, dan serba-serbi kehidupan nelayan.

Deposisi Akhir: Nelayan Kini Menjadi Garda Terdepan

Sudah saatnya kita bahu-membahu peduli dengan para nelayan kita. Kita ialah bangsa maritime sejak dahulu, tak perlu lagi mencari cirikhas dari Negara lain. Jika kita berhasil mengelola laut dengan baik dan menjadikan nelayan sebagai garda terdepan, tentu akan diiringi dengan sinergi di bidang-bidang lain. Kini tinggal bagaimana kita memaknai kehidupan nelayan yang sering terabaikan akan terus terabaikan atau mulai bangkit? Bangsa maritim yang besar di tangan para nelayan kita yang mulai bangkit (?)


Like it? Share with your friends!

malisa-ladini

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *