Kisah Inspirasi, Seorang Office Boy Mampu Jadi Bos Citibank

Bagi Houtman mendapat pekerjaan sebagai Office Boy adalah anugerah Tuhan. Tiga hari sebelum datang surat dari Citibank ia melakukan sesuatu yang tidak biasanya.


0
1 share
Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia
Ini sosok Houtman, pembawa pesan inspirasi, dari seorang office boy bisa menjadi pet

inggi Citibank. (Istimewa)

NgenetYuk! Inspirasi – Siapa sangka, suatu hari yang dialami Houtman di akhir tahun 1960-an mengubah hidupnya. Ia dengan wajah semringah menerima selembar surat dari bank terkemuka di dunia, Citibank. Ia diterima sebagai Office Boy alias OB di kantor perwakilan Citibank Jakarta.

Bagi Houtman mendapat pekerjaan sebagai Office Boy adalah anugerah Tuhan. Tiga hari sebelum datang surat dari Citibank ia melakukan sesuatu yang tidak biasanya. 

Saat itu, ada seorang gila wira-wiri di sekitar rumahnya dan nyaris telanjang. Tak tega melihat hal itu membuatnya ikhlas memberikan orang gila itu sepasang baju plus sabun dan sisir, padahal Houtman sendiri hanya punya tiga pasang baju. Sejak itu, kisah romantika hidup Houtman bergulir.

Houtman Zainal Arifin saat itu adalah pemuda yang dilahirkan di Kediri, Jawa Timur pada 27 Juli 1950. Lahir dan dibesarkan dari keluarga pas-pasan, sekitar tahun 1960-an, Houtman dan keluarganya merantau ke Jakarta. Mereka tinggal di Kampung Bali, Jakarta Pusat.

Berbekal ijazah SMA, Houtman merasakan kejamnya kehidupan Ibu Kota Jakarta. Apa saja deh, kata Houtman, semua pekerjaan dilakoni seperti menjadi pedagang asongan menjajakan perhiasan imitasi dari jalan raya hingga ke kolong jembatan. 

Tekadnya ingin mengubah nasib, membuat dia menyisihkan sedikit demi sedikit hasil keuntungan jualan asongan untuk memasukkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan yang kerap dia lewati berjualan.

Sampai akhirnya, anak Kediri ini bergabung di sebuah bank terbesar di Amerika Serikat dan juga dunia. Office Boy, sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Selama di kantor, Houtman sering melihat training. Sebagai Office Boy, dia tentu tidak dianggap. Kemampuan bahasa Inggris Houtman pun cuma sekadar yes-no. Tapi Houtman berprinsip, “Saya harus berbuat. Saya harus pintar.” 

Setiap hari selama training itu, dia ada di depan pintu dan mencatat semuanya. Training officer-nya lama-lama jadi menyuruh Houtman masuk (tapi secara kasar). Si training officer mengumumkan pada para trainer, “Pengumuman, dia tidak terdaftar dan dia tidak akan diuji,” kata training officer. Mendengar hal itu, Houtman tidak terima. Dia merasa sudah berada di ruangan yang sama berarti dia sudah menjadi salah satu peserta training dan juga harus diuji. 

Houtman mau diuji juga sama dengan pegawai lainnya dan bersaing dengan lulusan UI, ITB, Michigan dan Ohio. Dari 34 orang Houtman masuk 4 besar. Bahkan pada tahun 1978, ia dikirim belajar ke Eropa.

Sejak itu, manajemen Citibank melirik kemampuan pria berkaca mata ini. Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA. Pengangkatan Houtman sempat menggegerkan dan heboh kalangan perbankan.

Sekitar 19 tahun kemudian sejak masuk sebagai Office Boy di Citibank, Houtman kemudian mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak Citibank di Indonesia. 

Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli Citibank Asia Pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi motivator serta inspirator di berbagai forum.

Hingga akhirnya pada tanggal 20 Desember 2012, sang Office Boy itu berpulang ke Rahmatullah. Semoga kisahnya menjadi inspirasi buat kita semua.


Like it? Share with your friends!

0
1 share
masbro

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *