3 Utusan Nasyiatul Aisyiyah Pangkep Turut Hadiri Muktamar NA ke XIII Di Jogjakarta

Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke XIII digelar di Kota Yogyakarta dan dihadiri ratusan kader seluruh Indonesia


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

Nasyiatul‘Aisyiyah menggelar Mukatamr NA yang ke XIII (muhammadiyah.co.id)[/captio

n]

NgenetYuk! Infosiana – Nasyiatul Aisyiyah menggelar Mukatamar NA yang ke XIII yang digelar di Kota Yogyakarta dari tanggal 26-28 Agustus. Muktamar yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini dibuka langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir, Jumat (26/8) di Sporto

rium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dihadiri oleh ratusan kader Nasyiatul Aisyiyah seluruh Indonesia.

Muktamar ke XIII ini sendiri bertema ‘Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa’.

Dalam kegiatan ini utusan dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pangkep pun turut hadir dan mengambil bagian momentum pergerakan kader muda Nasyiatul Aisyiyah untuk mencerahkan kaum perempuan. Tiga utusan ini yakni Hasliyawati Tajuddin, Sartiana dan Aminah Nasir selaku pengurus inti Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Pangkep.

Dalam penyampaiannya melalui sambungan telepon, Hasliyawati Tajuddin menyampaikan bahwa Muktamar kali ini mendorong gerakan Nasyiatul Aisyiyah untuk lebih mengambil peran dalam mencerahkan kaum perempuan misalnya isu pernikahan dini yang masih banyak terjadi di tengah masyarakat serta kekerasan pada perempuan yang membutuhkan penanganan lebih serius termasuk peran organisasi perempuan.

Selain itu, lanjut Hasliyawati pasca Muktamar ke XIII ini seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Indonesia diharapkan untuk bergerak melakukan gerakan pencerahan sebagaimana pesan dari ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasirhal ini mengingat berbagai problem sosial, ekonomi dan politik bangsa yangmembutuhkan upaya membangun perubahan dan kemandirian bangsa yang lebihbermartabat dan Nasyiatul Aisyiyah harus mengambil peran dalam mewujudkannya.

Pesan lain dari pembukaan Muktamar ini adalah kepedulian Nasyiatul’Aisyiyah harus peka terhadap issu perempuan misalnya pernikahan dini yang masihbanyak terjadi di tengah-tengah masyarakat juga isu kekerasan pada perempuandan anak.   


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *