Cahaya Cinta di Negeri Sakura

Kisah panjang seorang perempuan yang tengah patah hati, bertemu lelaki yang diharapkannya.


Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

NgenetYuk! Fiksi – Hidupku diawali dengan kesederhanaan dan kebiasaan yang biasa saja. Keinginanku sangat banyakdan aku yakin itu akan terkabul entah kapan waktunya. Ke

sibukan dunia yang selalu menutun tubuhku aktif sehingga kegiatan ibadahku untuk I’tiqaf kepada Sang Maha Kekasih  hamba Allah menjadi kurang.

Hidupku cukup dalam kesederhanaan saja aku tidak menuntut untuk hidup bermewah-mewahan seperti halnya teman-teman sebayaku yang selalu men

gisi waktu seru-seruan namun tak mengingat waktunya. Aku senang hidup dikesendirian saat waktuku tidak dipakai untuk dunia, selain kembali mendiskusikan diriku kepada Sang Maha Kuasa, aku senang menuangkan cerita hatiku lewat tulisan.

Hingga suatu saat sering beberapa kali aku rasa

kan rasa yang lebih manis dari takjil. Perasaan yang aneh, dan itu sempat terulang beberapa dan tidak pantas rasanya dikatakan penyesalan lebih tepat pengalaman hidup untuk pembelajaran. Beraneka ragam rasanya ada takjil manis, takjil pahit, takjil asem, takjil hambar, dan lain sebagainya.  &nb

sp;       

ilustrasi wanita berhijab. (tribunnews)[/caption
]
 Suatu  ketika dalam kediamanku menatap mentari senja terpikir dan terbayang esok, lusa apa yang kan terjadi semua ada dibalik sinar kejinggan sana. Deburan ombak yang terhempas namun lembut terdengar di telinga menolehkan kepalaku kepada seseorang yang menyapaku dengan senyumannya.
Keindahan dan kepiawaian bicaranya yang selalu menuntun hidupku menjadi lebih baik dan semakin ku mencintai dan semakin cinta pula cintaku kepada Allah. Bukan dongeng ku bertemu dengan orang yang seperti ini tapi ini sungguh menjadi hayalan yang menjadi nyata.

Aku benci dengan hidup yang serb
a diatur dan serba dipenuhi dengan emosional. Betahun-tahun ku bertahan dengan membalas senyum semua penderitaan yang ku hadapi namun tidak demikian apa yang ku harapkan. Setiap hariku hanya penuh dengan beban, selama bertahun-tahun ku menganggapnya cobaan yang harus ku hadapi entah sampai kapan kar
ena ku yakin akan indah pada waktunya.

Semakin ku mencoba menyadarkannya, tindakanku semakin bodoh saja. Sudah kesekian kalinya mungkin sudah ku katakan namun tak menjadi kesadaran. Ku semakin meyakinkan diri untuk terus berusaha mengubahnya, karena yang menjadi prinsipku hanya akulah y
ang bisa. Lagi-lagi keimananku digoyahkan, kecintaanku kepadanya sudah melebihi batas semestinya sudah di ujung batas perasaan, ingin enyah saja di dunia ini.

Ilustrasi wanita berhijab dan pasangannya. (dakwahjoblo)

Kecintaanku kepada seseorang yang menggoyahkan keimananku kepada penciptaku membuat hidupku terpaku dan perasaan hati ini melepuh dengan kebutaan. Aku ingin kembali kepada-Nya rasanya tidak pantas bagiku mengakui diriku pantas bertemu dengan-Nya, namun aku juga takut mendapatkan kemurkaan darinya atas semua yang telah membutakan diriku di dunia ini. Atas kecintaanku kepada hamba Allah yang melebihi cintaku kepada Rabbku sendiri.

Setiap ku bersamanya kurasakan kenyamanan dan itu selalu ku syukuri dalam hidupku dan selalu kuberterima kasih kepada Sang Maha Pemberi Kenikmatan, namun tanpa ku sadari demikianlah yang sampai ku rasakan hatiku kecut yang mendalam menerima kenyataan. Yaa.. hari ini tak seindah hari kemarin, perjanjian dan komitmen yang tak berujung kebaikan. Tutup mata, tutup telinga, tutup hati aku ingin kembali.

Bukan hal yang tidak mungkin mataku terbuka melihat kembali keindahan dunia yang masih bisa ku rasakan atas tuntunanmu. Berat mata ini terbuka namun bimbinganmu memberiku motivasi untuk itu. Telingaku terbuka mendengarkan keindahan suara dunia atas tutunanmu yang melantunkan suara indah itu. Hidupku perlahan membaik dari sebelumnya setelah kau datang entah dari pintu mana.

Ilustrasi wanita berhijab. (tulismenulis)

Sebut saja namaku Hairah, baru- baru saja aku menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Berlanjut ke jenjang berikutnya aku memutuskan untuk mengambil jurusan bahasa dan sastra di salah satu universitas di Kota Makassar. Orangtuaku sebenarnya tidak menyetujui jika aku mengambil jurusan tersebut karena mereka menginginkan aku mengambil jurusan ekonomi perbankan sebagaimana saudara-saudaraku sebelumnya.

Namun, ku tetap bersikeras dengan pilihanku, karena keindahan dapat ku rasakan saat menuangkan perasaanku dengan tulisan dan ingin mendalami bahasa sastra Jepang dan bahasa sastra dunia lainnya. Setelah kejadian sebelumnya yang membuat keterpurukan dalam hatiku aku lebih menyukai hidup menyendiri untuk memperbanyak karyaku dan tenang tanpa organisasi ataupun kominutas seperti saat-saat SMA dahulu.

Sambil mendengarkan earphone dari beberapa lagu favoritku yang selalu memotivasi setiap ketikan karangan tulisanku, bukan hal yang tak mungkin bayangan buruk itu selalu muncul.

Ilustrasi wanita berhijab. (syania)

Di kampus yang besar ini, mustahil rasanya jika aku tidak memiliki teman. Aku punya banyak teman kenalan namun dikatakan sering bersama rasanya tidak, kecuali Kina. Dia senang mengikuti kesendirianku karena selalu ingin belajar dariku. Dan aku pun juga ingin belajar darinya karena sepengatuhuanku, dia merupakan ketua organisasi himpunan muslimah di universitas itu. Aku senang bertanya dan berbagi kepadanya, baik masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari sampai masalah pribadiku sebelumnya sempatku ceritakan. Sempat ia marah kepadaku, namun sikap dari kedewasaannya sehingga masih mau membantuku keluar dari keterpurukan. Atas bimbingannya dan keinginannya selalu mengajakku ikut serta dalam mengikuti tarbiah, pengajian, dan kegiatan agama lainnya.

Suatu ketika saat aku menelusuri susunan buku yang bertinggi diatas dari 5 meter di perpusatakaan kampus kutemukan sebuah buku yang begitu unik terlihat dari sampul. Aku ingin mengambil buku itu namun dari kejauhan Kina memanggilku dan aku lebih dulu menghampirinya daripada mengambil buku itu.

“Iya Kina ada apa?”.

Rupanya Kina hanya inginmengingatkanku tarbiah nanti sore yang akan diikuti. Setelah Kina kembali, aku bermaksud melanjutkan keinginan mengambil dan meminjam buku unik yang tadi kulihat.

“Kenapa bisa?”.

Rupanya buku yang tadi hilang sekejap mata entah siapa yang mengambilnya. Perasaan kacau balau ku rasakan, rasa penasaran terhadap buku itu membuatku sangat kecewa tidak mendapat kesempatan atas buku itu. Alunan lagu pada earphone menemani langkah-langkah kaki ku beranjak pulang. Melewati sebuah musala kecil yang masih berada pada komplek kampus mataku tertuju pada buku yang sepertinya tidak asing bagiku.

Oiya buku tadi, keunikannya terlihat begitu indah bagai mendapat cahaya dari atas langit. Bukan hanya keindahan itu, terdengar keindahan lebih indah datang dari seorang yang melantunkan ayat suci alquran.

“Masya Allah, indahanya”.

Lama ku berdiri suara itu terhenti, rupanya orang itu menyadari keberadaanku. Tanpa panjang lebar seorang lelaki sebaya denganku itu menghampiriku dengan wajah penuh Tanya.

Ilustrasi wanita berhijab. (dakwahjomblo)

“Ada apa? Apa saya mengganggu?’’.

Matanya berbinar-binar mengucapakan hal itu. Tanpa panjang lebar mengingat keterlambatanku, membuatku buru-buru pergi dan hanya mengucap salam.

Menjelang pertengahan semester aku mendapat panggilan dari dosen. Rasanya tidak terpikir mengapa aku sampai dipanggil oleh dosen mata kuliahku. Memasuki ruangan beliau, terpikir banyak hal, “apakah uang semester belum terbayar?! perasaan belum waktunya!! Apakah ada masalah dengan nilai-nilai kuliahku?! Rasanya tidak juga!

“Duduklah,” persilahkan dosenku.

Aku masih penuh tanya dalam hati lebih benyak dari yang ku tulis tadi. Diberikannya secarik kertas entah apa itu, sebelum kubuka langsung dosenku berkata.

“Lebih perbaiki lagi tulisan-tulisanmu,” ujarnya.

Aku terheran-heran, ada apa? Mengapa dosen tahu? Kapan bacanya perasaan dari semua tulisanku tidak ada yang ku perlihatkan ke siapa pun kecuali Kina, iya Kina jika dia memang pernah membuka data-data di laptop. Sebelum ku buka kertas itu, Kina lebih dulu datang dan memita maaf. Ada apa lagi?. Ahh.. rupanya dia yang sudah mengirim beberapa cerpen-cerpen yang sudah aku buat dan berkat temanku yang satu ini aku mendapat kesempatan ke Jepang dalam event semacam kampus fiksi. Bukan khayalan tapi memang sudah mimpi dari dulu apalagi ke negeri Sakura.

JapaneseI am coming!!

Ilustrasi sakura. (tsunagujapan)

Negeri Sakura mimpiku telah jadi nyata. Dibawah pohon sakura bunganya yang berguguran ohh ini dia yang selalu menjadi inspirasi keindahan dalam tulisan-tulisanku. Sekarang bukan hanya tulisan namun sang penulis dapat rasakan secara langsung keindahannya. Tuhan menciptakan keindahan ini sangat lembut. Kegiatan selama disini hanya selama seminggu dan itu pun hanya sedikit waktu aku bisa menyempatkan diri mendatangani tempat-tempat indah Jepang yang menjadi inspirasi tulisanku berikutnya. Hampir seminggu berlalu, aku mendapati sebuah buku diatas sebuah sajadah di dalam ruangan pada saat jam istirahat.

Buku itu tidak begitu asing, saat ku memegangnnya dan memperhatikan sedetail mungkin. Yaa ini buku yang dulu bersama lelaki yang di musala kampus dulu, mengapa ada disini?

Dari belakang diriku terkejut dengan suara batuk jaim sedikit mengejutkan. Oohh rupanya betul lelaki itu. Mungkin tak afdol jika tidak ada perkenalan karena rupanya dia terpilih bersamaku namun tidak ku ketahui. Namanya Razak.

Ilustrasi wanita berhijab dan pasangan. (infoberguna)

Wah, yang tadinya aku merasa sendiri kini ada teman berbagi karena kami satu kampus. Sama dengan ku, dia juga mengambil jurusan bahasa dan sastra. Dia memang tidak asing hanya saja aku yang jarang mengetahui siapa saja yang terlihat aktif di kampus karena aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan kesendirian bersama laptop dan tulisan-tulisan.

Rupanya dia Presiden kampusku, dari banyak ceritanya dia memang orang yang sangat baik dan sopan jadi tidak salah kalau dia terpilih menjadi Presiden kampus. Banyak hal yang kami bicarakan di sepanjang jalan yang kami susuri namun yang paling ingin aku tahu dia ingin mengajakku ke sebuah tempat yang katanya akan membuka mata dunia agamaku di negeri Sakura ini.

“Jika Haerah ke Jepang tidak afdol rasanya jika tidak mendatangi mesjid teristimewa dari negeri matahari terbit ini, Masjid Kobe,” ujarnya.

Subhanallah, melihat masjid yang begitu mewah serta tak kalah dengan bangunan-bangunan modern lain di sekitar negeri maju Jepang. Walaupun negeri jepang minoritas penduduk muslim namun dengan adanya mesjid yang sangat istimewa ini membuat hati begitu damai. Masjid seperti masih baru dan mungkin ini merupakan kepedulian Pemerintah Jepang kepada umat muslim disini.

Ilutrasi masjid Kobe di Jepang. (bujangmasjid)

“Masjid ini sudah berumur kurang lebih tujuh dekade, dan tahu tidak, Allah Azza Wajalla masjid ini merupakan saksi perang dunia kedua dan pernah di ambang gempa besar namun masjid ini saja yang masih berdiri kokoh di bandingkan bangunan-bangunan lain yang runtuh,” jelas Razak.

Mata ketakjuban terbuka lagi akan penjelasannya, memasuki mesjid itu kami menyempatkan diri untuk salat sunnah. Banyak hal yang dia ceritakan mengenai peradaban Islam di negeri sakura ini, dan rupanya segala keterpurukanku di negeri inilah kini dimulai perjalanan penuh dengan Nur-Mu Ya Roob bersama penuntun yang penuh dengan Nur-Mu.

Aku bersyukur bertemu sosok pria ini, memberiku rasa nyaman dan pengetahuan lebih banyak dari apa yang ingin aku ketahui. Dia bagaiakan cahaya yang tiba-tiba saja datang menawarkan kebahagian dan menghapuskan bayang-bayang buruk yang selalu menghantuiku. Dialah kini yang mampu membuang kenangan-kenangan buruk yang menghantuiku dan bukan dongeng ku bertemu dengan orang yang seperti ini tapi ini sungguh menjadi khayalan yang menjadi nyata.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *