Peluang jadi Local Host bersama Lokalpedia

Ngenetyuk.com, Sehat – Penny Lukito selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia berencana melarang penggunaan vape atau rokok elektrik yang belakangan populer di kalangan masyarakat. Hal itu segera diusulkan dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP).

“Ya harus ada payung hukum. Kalau belum ada BPOM tidak bisa mengawasi dan melarang. Payung hukumnya bisa revisi PP 109,” kata Penny kepada awak media, Jakarta, Senin (11/11/2019).

PP Nomor 109 Tahun 2012 mengatur tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Selanjutnya, seperti dikutip laman kesehatan detik, Penny menjelaskan sudah ada beberapa fakta ilmiah yang menjadi dasar usulan pelarangan vape seperti ditemukannya bahan kimia berbahaya nikotin, propilenglikol, perisa, logam, karbonil, tobacco specific nitrosamines (TSNAs), dan diethylene glycol (DEG).

Perihal tersebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang akan membatasi hingga melarang vape. Dikutip dari berbagai sumber, berikut negara yang sudah mulai bergerak duluan:

Kementerian Kesehatan Korea Selatan (Korsel) pada hari Rabu (23/10/2019) awalnya diberitakan mendorong warga untuk berhenti mengggunakan vape atau rokok elektrik. Namun belakangan otoritas setempat menegaskan bahwa mereka akan memperketat aturan vape dan melarang warga menggunakannya.

Menteri Kesehatan Korsel, Park Neung-hoo, menjelaskan hal ini berkaitan dengan mulai munculnya kasus penyakit paru seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Bulan Oktober 2019 pemerintah mendapat laporan seorang pria 30 tahun pengguna vape dilarikan ke rumah sakit akibat pneumonia.

“Anak-anak, remaja, wanita hamil, dan penderita penyakit paru-paru jangan pernah menggunakan rokok elektrik. Para non-perokok juga mulai sekarang berhenti menggunakan rokok elektrik,” kata Neung-hoo seperti dikutip dari Reuters.


Like it? Share with your friends!

Adriana